Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:30 WIB

GNPF Ulama: Bendera Tauhid bukan Bendera Terlarang

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Rabu, 5 Desember 2018 | 05:01 WIB

Berita Terkait

GNPF Ulama: Bendera Tauhid bukan Bendera Terlarang
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak mengakui acara Reuni Akbar 212 mengangkat tema pengibaran bendera tauhid yang digelar di Monas, Jakarta pada Minggu (2/12/2018).

"Kita datang umat yang hadir (Reuni Akbar 212) mengibarkan bendera tauhid mau menunjukkan bahwa bendera kalimat tauhid itu tidak terlarang," kata Yusuf kepada INILAHCOM, Selasa (4/12/2018).

Menurut dia, bendera kalimat tauhid bukan bendera salah satu organisasi masyarakat yang sedang dalam proses hukum. Bahkan, Yusuf mengatakan tidak ada pembahasan dalam Reuni 212 tentang peristiwa pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oknum Banser di Garut, Jawa Barat.

"Sampai disitu batasannya. Tapi bukan dalam kapasitas menyikapi siapa yang bakar, tidak ada pembahasan itu kemarin," ujarnya.

Seperti diberitakan, melalui kicauan di akun Twitter, Dubes Saudi untuk RI Osama bin Mohammed Abdullah Al-Suaibi menyebut Reuni Akbar 212 yang berlangsung Ahad, 2 Desember 2018 terjadi lantaran dipicu pembakaran bendera tauhid oleh orang atau organisasi yang sesat.

"Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang atau pihak organisasi sesat, menyimpang, kurang lebih sebulan yang lalu," begitu sepenggal isi cuitan Dubes Arab Saudi lewat akun @Os_alshuibi yang diterjemahkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj.[ris]

Komentar

x