Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 08:16 WIB

Pekerja Trans Papua Tak Dijaga Saat Ditembak

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 4 Desember 2018 | 13:26 WIB

Berita Terkait

Pekerja Trans Papua Tak Dijaga Saat Ditembak
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 31 pekerja proyek trans Papua ditembak mati oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Polisi mengatakan area proyek pengerjaan trans Papua yang dikerjakan PT Istaka Karya tak dijaga oleh aparat.

"Selama ini tidak (dijaga) walaupun ada beberapa insiden waktu pemilukada ada penembakan pesawat yang. Tapi selama beberapa waktu ke belakang aman," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Selasa (4/12/2018).

Iqbal mengaku tak bisa memastikan jumlah korban pekerja proyek trans Papua yang tewas. Sebab, data yang ia terima baru sebatas dari media. Oleh karena itu, ia menunggu Kapolda Papua dan Pangdam ysng sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

"Menurut Dirut PT Istala disana saat ini ada sekitar 30 pekerja yang kemarin mempekerjakan kontruksi tapi sekali lagi kita akan ke lokasi karena kerja kepolisian kami harus ke TKP untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan semua bukti-bukti yang ada, petunjuk yang ada," jelas Iqbal.

Menurut Iqbal, Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua Pandit Sembiring akan tiba di lokasi dalam waktu 3-4 jam kedepan. Sebab, Medan yang berat menuju lokasi penembakan di kabupaten Nduga, Papua cukup menyulitkan.

"Itu belum bisa kita pastikan. Kita jangan percaya oleh narasi ini karena belum tentu tepat. Jumlah korban, ada yang kabur. Kita akan pastikan dulu. Insyaallah 3-4 jam ke depan kalau ada info kita akan publikasi," ucap Iqbal.

31 pekerja proyek jalan trans Papua ditembak mati kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Mereka dibunuh di waktu yang berbeda. Sementara 15 pekerja proyek diinformasikan masih menjadi sandera kelompok tersebut.

"24 orang dibunuh hari pertama (Sabtu), 8 orang yang selamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dan dibunuh (ada 7 orang meninggal dunia) dan 1 orang belum ditemukan atau melarikan diri. Informasinya ada 15 pekerja proyek masih tertahan," ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, Senin (3/12). [rok]

Komentar

Embed Widget
x