Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 08:04 WIB

Sikap PBNU ke Dubes Saudi Dinilai Efek Reuni 212

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 4 Desember 2018 | 13:18 WIB
Sikap PBNU ke Dubes Saudi Dinilai Efek Reuni 212
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Gerindra menilai PBNU bersikap terlalu responsif lantaran meminta pemerintah Indonesia mengusir Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al-Suaibi.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni menilai, sikap berlebihan PBNU ini disebabkan oleh efek perhelatan reuni akbar 212 yang menurutnya sebagai gerakan bela tauhid terbesar di dunia.

"Saya pikir PBNU terlalu berlebihan. Mungkin sikap ini karena melihat kemarin di reuni 212 sangat luar biasa. Massanya lebih dari aksi 212 lalu, bisa mencapai sekitar 7 juta," kata Abdul Ghoni kepada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Ia pun membela Osama bin Mohammed Abdullah Al-Suaibi. Menurtunya, PBNU tak perlu terus memojokkan dubes Saudi atas kesalahpahaman ini.

"Sudahlah nggak usah dimasalahkan lagi. Kita selama ini juga menjaga hubungan baik dengan Arab Saudi. Kita punya kepentingan juga disana sebagai kiblat kita. Jadi, nggak usah terus-menerus dipersoalkan," tandasnya.

Diketahui, dalam cuitannya, Osama bin Mohammed Abdullah Al-Suaibi menyebut Reuni Akbar 212 yang berlangsung Ahad, 2 Desember 2018 terjadi lantaran dipicu pembakaran bendera Tauhid oleh orang atau organisasi yang sesat.

"Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang atau pihak organisasi sesat, menyimpang, kurang lebih sebulan yang lalu," begitu sepenggal isi cuitan Dubes Arab Saudi lewat akun @Os_alshuibi yang diterjemahkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj di hadapan wartawan pada Senin sore. [rok]

Komentar

x