Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:35 WIB

Tak Perlu Debatkan Jumlah Peserta Reuni Akbar 212

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 4 Desember 2018 | 07:10 WIB

Berita Terkait

Tak Perlu Debatkan Jumlah Peserta Reuni Akbar 212
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Jumlah peserta yang hadir dalam Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Minggu (2/12/2018) masih menjadi perbincangan. Sebab, ada yang mengklaim pesertanya dihadiri puluhan juta orang dan ada juga yang menyebut hanya ratusan ribu orang saja.

Namun demikian, terlepas berapa jumlah peserta yang hadir dalam Reuni Akbar 212. Tentu kegiatan Reuni Akbar 212 patut diapresiasi dan diacungi jempol, karena lautan manusia yang tumpah ruah di Monas dapat berlangsung aman, tertib dan damai.

Bahkan, terlihat dari foto-foto yang diabadikan maupun rekaman video yang beredar di media sosial bahwa suasana Monumen Nasional langsung bersih kinclong kembali usai acara Reuni 212. Hal ini pun diakui oleh Gubernur DKI Anies Baswedan.

Akan tetapi, sikap ketertiban dan kedamaian yang diperlihatkan peserta Reuni Akbar 212 ini masih saja dipandang sebelah mata oleh segelintir orang. Karena, mereka hanya mempersoalkan jumlah peserta yang hadir dalam Reuni Akbar 212.

Sehingga, soal jumlah peserta Reuni Akbar 212 menjadi perdebatan. Padahal, hal yang harus diakui bersama dari Reuni Akbar 212 bahwa kegiatan itu bisa berjalan tertib tanpa ada kerusakan sedikit pun terhadap fasilitas umum dengan jumlah manusia yang tumpah ruah di Monas.

Entah kenapa, segelintir orang masih saja ogah mengakui kesuksesan dan kelancaran jalannya acara Reuni Akbar 212 tahun 2018. Memang, ada yang menyebut jumlah peserta Reuni Akbar 212 mulai dari 7 juta orang, 10 juta orang hingga 13 juta orang.

Peserta yang hadir dalam Reuni Akbar 212 juga dari berbagai kalangan baik umat Islam, non-Islam, dewasa, lanjut usia, anak-anak dan saudara-saudara penyandang disabilitas.

Namun, ada juga yang menyebut jumlah peserta Reuni 212 kemarin tak masuk akal. Sehingga, ada yang membandingkannya dengan kegiatan tari poco-poco yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pasalnya, tari poco-poco yang diselenggarakan di Monas, Jalan Sudirman, Jalan Thamrin dan Bunderan Hotel Indonesia itu pesertanya hanya puluhan ribu orang saja. Padahal, tari poco-poco ini untuk mendapatkan rekor dunia.

Maka, bagaimana mungkin peserta Reuni Akbar 212 bisa diperkirakan mencapai jutaan orang sedangkan mereka hanya menumpuk di Monas saja tidak seperti acara tari poco-poco.

"65 ribu orang menari poco-poco di Jakarta untuk memecahkan rekor dunia. Ini dari Silang Monas, Jl Thamrin, Bunderan HI, Jl Sudirman hanya 65 ribu. Ini 212 cuma di Monas klaim 5 juta - 10 juta, 'mark up' kebanyakan, buat nyenangin donatur ya?," kata Mohamad Guntur Romli lewat twitternya yang dikutip INILAHCOM, Senin (3/12/2018).

Kemudian, muncul komentar-komentar lain menyangkut jumlah peserta Reuni Akbar 212 yang hadir pada Minggu (2/12/2018). Di antaranya mantan Ketua Umum PBB (Partai Bulan-Bintang), MS Kaban. Menurut dia, tak ada yang tahu berapa jumlah peserta Reuni 212 yang hadir.

"Membenarkan yang salah itu dzalim, menyalahkan yang benar itu jahiliyah. Tidak ada yang tahu berapa jumlah yang hadir Reuni 212 di Monas karena tidak ada yang menghitung. Menyepelekan, mengecilkan jumlah angka yang hadir itu kibir, membesar-besarkan angka tanpa kepastian juga lebay, yang pasti seruan ulama sahih," katanya.

Namun, tak seharusnya juga berbohong dengan menyebut jumlah peserta Reuni Akbar 212 hanya puluhan ribu orang. "Cuma tentang jumlah mengapa harus BOHONG? Dengan mengatakan jumlah peserta Reuni 212 hanya 40 ribu orang," ujar purnawirawan TNI, J.S. Prabowo.

Selain itu, sebenarnya mudah saja untuk menghitung berapa orang yang hadir dalam Reuni Akbar 212 di Monas pada Minggu (2/12/2018). Sebab, bisa dideteksi dari data alat komunikasi.

"Gampang menghitung jumlah yang hadir di aksi reuni 212 kemarin. Data IMEI hape yang tercatat di operator saja. Konon ada 13.4 juta IMEI hape tercatat di sekitar lokasi. Hitung 1 orang bawa 2 hape. Kemudian kurangi dengan petugas keamanan dll. Dapat tuh jumlahnya," kata Cipta Panca Laksana @panca66.

Tampaknya, Mustofa Nahrawardaya tak mau ambil pusing terhadap jumlah yang hadir dalam Reuni Akbar 212 tahun 2018. Menurut dia, agar perdebatan selesai alangkah baiknya mengalah saja demi suksesnya Reuni 212 tahun 2019 nanti.

"Kita yakini yang hadir 1000 orang saja. Agar #Reuni212diMonas2019 nanti, tidak bikin takut cebong. Kalau perlu, kita bohongi cebong. Bahwa yang hadir gak sampai 500 orang. Biar mereka girang," katanya.

Sementara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault menyakini kalau peserta yang hadir acara Reuni Akbar 212 sekitar 10 juta orang. Menurut dia, tak ada yang bisa menandingi acara tersebut tanpa ada izin dari Allah SWT.

"Tidak ada satu pun partai politik, tokoh figur siapa pun, atau ormas mana pun yang sanggup mengklaim mndatangkan manusia hingga 10 juta untuk berkumpul di Monas Jakarta dalam satu waktu. Hanya Allah SWT yang mampu menggerakkan hati manusia untuk berkumpul seperti #Reuni212 kemarin. Masya Allah," katanya.

Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak pun mengatakan ada kekuatan yang mempersatukan pada Reuni Akbar 212 dengan hati yang ikhlas dan tulus.

"Ada 'kekuatan' yang mempersatukan pada reuni 212, sehingga jutaan orang ikhlas mengerahkan tenaga dan dananya untuk berkumpul dan bersilahturahim di Monas," tandasnya.[ris]

Komentar

x