Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:28 WIB

Polri Usut Dugaan Tambang Ilegal di Dieng & Patuha

Selasa, 4 Desember 2018 | 01:31 WIB

Berita Terkait

Polri Usut Dugaan Tambang Ilegal di Dieng & Patuha
Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Silitonga - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri terus mendalami dugaan tindak pidana kegiatan usaha pertambangan panas bumi tanpa izin di daerah Dieng Jawa Tengah dan Patuha Jawa Barat yang dilaporkan PT Bumi Gas Energi (BGE).

Bahkan, penyidik Subdit Indag Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan di lokasi proyek kegiatan usaha pertambangan panas bumi di dua tempat yakni Patuha Jawa Barat dan Dieng Jawa Tengah pada November 2018.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Daniel Silitonga mengatakan saat ini penyidik masih terus menggali informasi terkait perkara yang dilaporkan oleh PT Bumi Gas Energi terhadap PT Geo Dipa Energi atas kegiatan usaha pertambangan panas bumi di Dieng dan Patuha.

"Masih lakukan pemeriksaan, juga cek TKP ke Patuha dan Dieng," kata Daniel, Senin (3/12/2018).

Namun, Daniel enggan menjelaskan hasil pengecekan lokasi kegiatan usaha pertambangan panas bumi yang dilakukan penyidik di Dieng dan Patuha. Karena menurut dia, itu merupakan kepentingan penyidikan.

"Hasilnya itu teknis penyidikan," ujarnya.

Di samping itu, Daniel mengatakan sejauh ini penyidik masih terus mendalami perkara tersebut. Sehingga, sampai sekarang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana melakukan kegiatan usaha pertambangan panas bumi tanpa izin di Dieng dan Patuha.

"Belum ada tersangka," jelanya.

Untuk diketahui, Bambang Siswanto selaku kuasa hukum PT Bumi Gas Energi telah melaporkan tiga orang dalam perkara ini antara lain Praktimia Semiawan (PS), Hidekatsu Mizhusima (HM) dan Hisahiro Takeuchi (HT) pada 18 Juli 2016.

Laporan tersebut tertulis dalam tanda bukti lapor Nomor:TBL/502/VII/2016/Bareskrim dengan perkara dugaan tindak pidana melakukan kegiatan usaha pertambangan panas bumi tanpa izin sebagaimana dimaksud Pasal 35 UU Nomor 27 Tahun 2003 tentang panas bumi. [ton]

Komentar

Embed Widget
x