Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:29 WIB

Sukses Reuni Akbar 212, Sinyal Senjakala Jokowi?

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 3 Desember 2018 | 20:33 WIB

Berita Terkait

Sukses Reuni Akbar 212, Sinyal Senjakala Jokowi?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Reuni Akbar 212 pada akhir pekan kemarin masih menjadi perbincangan hangat publik. Kegiatan yang berlangsung damai dan tertib itu suka tidak suka dikaitkan dengan hajatan demokrasi 17 April mendatang. Apa dampak bagi kontestasi Pilpres 2019 mendatang?

Kegiatan reuni 212 telah usai. Namun membincangkannya belum berhenti seperti soal perbedaan penghitungan jumlah peserta yang hadir. Polisi menyebut 40 ribu. Panitia menyebutnya 8 juta. Ada juga yang menyebut 1 juta. Terlepas perbedaan penghitungan, kegiatan akbar yang melibatkan massa banyak itu merupakan kegiatan monumental akhir tahun 2018 ini. Kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat sipil terbukti berjalan tanpa ada masalah serius di lapangan.

Lalu bagaimana dampak kegiatan tersebut dengan Pemilu 2019? Secara formal kegiatan tersebut tidak terkait dengan Pemilu 2019. Meskipun, tak bisa dibantah juga bila resonansi kegiatan tersebut cukup kuat terkait dengan Pemilu 2019.

Setidaknya, dari tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut berasal dari koalisi Prabowo-Sandi. Seperti Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah. Bahkan, capres Prabowo Subianto mendapat kehormatan memberikan sambutan di forum besar itu.

Prabowo tampak hati-hati saat menyampaikan sambutan yang kurang lebih selama lima menit itu. Dalam sambutan tersebut, mantan Danjen Kopassus itu hanya menyinggung kebanggaannya atas acara yang digelar. "Saya tidak boleh kampanye, jadi saya hanya ingin mengucapkan terima kasih bahwa saya diundang hari ini oleh panitia," ujar Prabowo.

Kendati demikian, peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut tak jarang mengacungkan jari bersimbol nomor dua dengan varian bentuk, baik berbentuk victory maupun dua dengan gaya menyerupai huruf L antara ibu jari dan jari telunjuk. Simbol jari tersebut, jamak memaklumi sebagai simbol nomor urut dua, nomor milik pasangan Prabowo-Sandi.

Saat INILAHCOM berbincang dengan salah satu peserta dari Depok, Jawa Barat itu mengatakan kehadirannya dalam acara tersebut selain untuk mengenang kegiatan monumental pada 2016, dirinya hadir juga sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi. "Karena hanya ada dua calon, saya memilih Prabowo-Sandi, karena pilihan ulama. Kalau yang lain, ulama pilihan presiden," sebut Budi di lokasi acara Reuni 212 itu.

Antusiasme massa yang hadir memang beragam motifnya. Peserta dari kalangan elit politik tentu kehadirannya dalam kegiatan tersebut dimaksudkan untuk melakukan kondolidasi politik. Dari kalangan masyarakat umum, motif keagamaan menjadi landasan. Peristiwa tahun 2016 ihwal penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama menjadi latar kegiatan pada 2016 silam itu. Selain itu, ada juga motivasi perubahan yang diharapkan.

Namun, beragam motif tersebut jika ditarik pada satu benang merah yang sama memiliki kesamaan soal keinginan perubahan dalam kepemimpinan nasional. Seperti dalam kicauan pakar Filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung menyebut kegiatan di Monas soal keadilan. "Kecuali soal keadilan, tak ada yang ideologis," sebut Rocky di akun Twitternya @rockygerung.

Setali tiga uang, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut kehadiran banyak orang di Monas dalam acara Reuni 212 sebagai upaya protes atas ketidakadilan. "Apa yang menyebabkan orang begitu banyak hadir di Monas? Mereka ingin menghentikan ketidakadilan," kicau bekas aktivis PRD ini.

Ardi, peserta Reuni 212 dari Cikarang, Jawa Barat saat berbincang menyebutkan kehadirannya di Monas selain untuk memperingati aksi 212 pada tahun 2016 juga dimaksudkan untuk solidaritas kepada peserta lainnya. Ardi bertutur soal kepemimpinan Jokowi selama empat tahun terakhir ini. "Pemerintah lebih mementingkan kelompok atas, padahal rakyat simple saja, penuhi urusan perut," keluh Ardi yang datang sejak subuh di Monas itu.

Keriuhan Reuni Akbar 212 meski minim dalam pemberitaan di media arus utama baik di televisi maupun di surat kabar, namun di media sosial keriuhan itu masih terus terjadi sejak Minggu (2/12/2018) hingga Senin (3/12/2018). Bahkan, saat Reuni 212 digelar menempati beberapa jam sebagai topik yang paling banyak dibincangkan warga internet.

Wakil Ketua Umum Fadli Zon tidak menampik bila kegiatan Reuni Akbar 212 diharapkan mampu menambah keterpilihan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang. "Mudah-mudahan (menambah elektabilitas). Mayoritas yang hadir kemarin itu mempunyai sebuah dukungan kepada calon yang kami usung," harap Wakil Ketua DPR RI ini di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (3/12/2018).

Komentar

x