Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:31 WIB

Pungli KTP Dispenduk Jember untuk Nyicil Mobil

Senin, 3 Desember 2018 | 14:22 WIB

Berita Terkait

Pungli KTP Dispenduk Jember untuk Nyicil Mobil
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Jember - Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menyita sejumlah barang bukti berupa uang, kendaraan, dan rekening bank yang disebutkan dalam berkas yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat, Senin (3/12/2018). Semua barang bukti terkait perkara pungutan liar pengurusan KTP dan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jember.

"Kami menyita uang Rp 10 juta dari tangan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Jember Sri Wahyuniati saat operasi tangkap tangan dan sebuah kendaraan milik Abdul Kadar yang biaya cicilannya diambilkan dari uang pungli tersebut," kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, usai menyerahkan berkas kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto.

"Kami juga menyita empat rekening tersangka Wahyuniati, dengan total nominalnya hampir Rp 200 juta. Salah satu rekeningnya senilai Rp 100 juta," kata Kusworo.

Dari Kadar, polisi menyita dua rekening bank, salah satunya atas nama sang anak. "Rekening Kadar sendiri Rp 28 juta dan rekening anaknya Rp 22 juta. Total Rp 50 juta," kata Kusworo.

Polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Dispendukcapil Jember, Rabu (31/10/2018) malam. Dua orang ditetapkan menjadi tersangka, yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar, aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015. Wahyuniati ditahan di sel Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Sementara Kadar dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 A.

Dari penyelidikan, sementara terungkap bahwa aksi pungli tersebut sudah berjalan sejak Maret 2018. Jika warga ingin adminduk lekas kelar, ada biaya tambahan tak resmi: Rp 100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp 100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp 100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp 25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak.

"Rata-rata per hari (tersangka percaloan) mendapat Rp 1,5 juta hingga Rp 9 juta. Rata-rata satu minggu bisa memperoleh Rp 30-35 juta," kata Kusworo. [rok]

Komentar

Embed Widget
x