Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 17:36 WIB

600 Hari Penyerangan Novel, Pak Presiden Kemana?

Oleh : Ivan Setyadhi | Senin, 3 Desember 2018 | 06:21 WIB

Berita Terkait

600 Hari Penyerangan Novel, Pak Presiden Kemana?
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Panggilan darurat kembali datang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hari ini, Minggu (2/12/2018), adalah hari ke 600 sejak penyerangan Novel Baswedan dengan air keras yang menyebabkan matanya rusak.

"Berbagai upaya telah dilakukan oleh seluruh komponen Rakyat Indonesia untuk mendesak Presiden Jokowi agar bertindak kongkrit sebagai Panglima Tertinggi penegakan hukum di Indonesia, namun sampai saat ini semua belum membuahkan hasil," kata Yudi Purnomo Harahap, Ketua Wadah Pegawai (KPK) dalam siaran persnya kepada awak media.

Mulai dari protes masyarakat sampai pengiriman surat dari keluarga Novel Baswedan dan Wadah Pegawai KPK, sama sekali tidak direspon sampai hari ini.

"Kami hampir putus asa harus kemana untuk mencari keadilan. Sampai hari ini, Presiden masih tidak menunjukan tindakan yang tegas dan kongkrit, seakan-akan tidak memiliki kuasa apapun sebagai pemimpin negara untuk membongkar kasus Novel Baswedan," katanya.

Padahal kata Yudi, presiden pada awal-awal berjanji kasus ini akan dituntaskan. Alih-alih mendapat jawaban kongkret, pertanyaan akan di bawa kemana kasus penyerangan Novel Baswedan cenderung seperti angin lalu, dipantulkan kesana kemari, dalam labirin yang tidak berujung.

"Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya pihak yang bisa di minta pertanggungjawabannya dalam penegakan kasus ini, baik pelaku intelektual maupun pelaku lapangan sampai saat ini, masih bebas berkeliaran menyebar teror di bumi Indonesia," katanya.

Untuk itu, Wadah Pegawai KPK kembali untuk kesekian kalinya menuntut Presiden Jokowi untuk hadir dan melakukan tindakan sebagaimana selayaknya seorang Presiden untuk membongkar kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan."Kami keluarga besar Komisi Pemberantasan Korupsi RI, Rakyat Indonesia, menuntut keadilan dengan membentuk TGPF !!!," katanya.

Komentar

x