Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 08:04 WIB

PBB Targetkan 6 Persen Suara di Pemilu 2019

Jumat, 30 November 2018 | 19:33 WIB
PBB Targetkan 6 Persen Suara di Pemilu 2019
Ketua Kappu DPP PBB Yusron Ihza Mahendra - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Setelah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Aksi Pemenangan Pemilu (Kappu), para caleg PBB optimistis memperoleh minimal 6 persen suara di Pemilu 2019 mendatang.

Ketua Kappu DPP PBB Yusron Ihza Mahendra, menjelaskan untuk dapat menempatkan wakilnya di Senayan, PBB harus mampu melampaui ambang batas 4 persen suara.

"Kesepakatan kita, target yang ingin kita capai adalah 6 persen. Alhamdulilah, kalaupun melorot, hanya melorot sedikit. Jadi angka 6 persen itu merupakan keputusan Rakernas kita," kata Yusron, Jumat (30/11/2018).

Dirinya mengakui, untuk mencapai target tersebut bukanlah pekerjaan mudah. Namun demikian, dirinya meyakini jika para caleg dapat bekerja semaksimal mungkin, maka hasil tersebut akan dapat dicapai.

Dalam kesempatan itu, Yusron juga menegaskan, masih akan memaksimalkan dukungan suara di Pulau Jawa, terutama di daerah yang selama ini menjadi lumbung suara PBB. Seperti di Jawa Barat, Aceh, NTB, hingga Bangka Belitung.

"Tentu Pulau Jawa. Susah atau gampang, berat atau ringan tentu menjadi prioritas kami. Untuk mendapat 8 juta suara, Pulau Jawa tidak mungkin kita abaikan. Tetapi kalau kita bicara kantong-kantong, Jawa Barat merupakan salah satu kantong suara kita," ungkapnya.

Khusus di Jawa Barat, PBB menargetkan sedikitnya meraih dua kursi DPR, kemudian disusul provinsi-provinsi lainnya dari seluruh Indonesia. Dengan demikian, maka PBB dapat memenuhi ambang batas parlementary threshold sebesar 4 persen untuk masuk ke Senayan.

Saat ini, yang dilakukan PBB adalah melakukan pemetaan kekuatan lawan-lawan politik. Khususnya tehadap lawan politik yang memiliki platform yang sama dengan PBB yang mengusung Partai Islam.

"Kita pernah punya dua menteri, satu ketua MK, duta besar, dan lain-lain. Namun sampai dengan hari ini alhamdulilah tidak ada satupun yang tertangkap dan dipenjara karena korupsi. Itu salah satu poin kita yang kita jual," ucapnya. [ton]

Komentar

x