Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 04:50 WIB

Ajakan Menolak Reuni Akbar 212 Harusnya Diabaikan

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 30 November 2018 | 04:05 WIB
Ajakan Menolak Reuni Akbar 212 Harusnya Diabaikan
Politikus PKS Muhammad Nasir Djamil - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS Muhammad Nasir Djamil menyesalkan cara oknum dan kelompok yang menolak rencana Reuni Akbar 212 dengan menggunakan alasan terkait dengan kebangsaan. Menurutnya, seharusnya jangan pernah membenturkan islam dan kebangsaan.

"Ini kan suara umat Islam. Islam itu tidak bertentangan dengan kebangsaan. Jadi kalau ada pihak yang mempertentangkan antara Islam dan kebangsaan apalagi mengaitkaitkan bahwa aksi ini tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan, justru orang-orang ini ahistoris," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (29/11/2018).

Karenanya, menurutnya, justru sebaiknya di era demokrasi ini kita diajarkan untuk saling mengerti memahami. Tidak perlu ada ketakutan, kerisauan dan kekhawatiran. Indonesia punya alat negara yang menjamin perlindungan terhadap warga negara yang menjalankan aksi unjuk rasa.

"Jadi apa yang harus kita khawatirkan? yang khawatir kalau tidak ada alat negara, bisa chaos itu. Polisi aja siap menjaga. Makanya suara-suara sumbang ini tidak mewakili aspirasi umat islam di Indonesia, tentu diabaikan saja," ulasnya.

Diketahui Aksi Bela Islam 2 Desember digelar pertama kali di kawasan Monas pada 2016 silam. Kemudian gerakan yang kemudian santer dengan sebutan aksi 212 ini sempat menggelar reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 tahun 2017 lalu. Kemudian tahun 2018 ini merupakan reuni akbar alumni 212. Aksi belakangan mulai menuai pro dan kontra. Beberapa pihak bersuara untuk menolak aksi ini dengan alasan kebangsaan dan sebagainya. [hpy]

Komentar

x