Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 04:52 WIB

"Tak Ada Alasan Menolak Reuni Akbar 212"

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 30 November 2018 | 03:06 WIB
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS Muhammad Nasir Djamil mengatakan pada dasarnya tidak boleh ada penolakan-penolakan terhadap rencana Reuni Akbar 212 karena konstitusi menjamin orang berserikat, berkumpul dan orang menyampaikan pendapat.

"Konstitusi menjamin, lalu apa yang kemudian dasar pemikiran orang yang menolak itu? Jadi gak ada alasan sebenarnya orang itu reuni. Sama seperti alumni-alumni Lemhanas, alumni sekolah atau alumni lain. Jadi it biasa. Cuma tempatnya mereka ambil di Jakarta karena dulu mereka gelar aksi di Jakarta. Mungkin aksinya di Kota Medan, mereka akan ke kota Medan," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (29/11/2018).

Untuk itu ia pun menyayangkan akseleerasi sejumlah oknum dan kelompok yang berusaha menggalang aksi penolakan terhadap Reuni AKbar 212 ini. Apalagi alasan yang dikemukakan tidak mendasar.

"Oleh karena itu sangat disayangkan kalau ada pihak-pihak yang mengeluarkan pernyataan yang mengemukakan alasan ini dan itu yang ujung-ujungnya menolak acara reuni akbar 212 itu," ujarnya.

Diketahui Aksi Bela Islam 2 Desember digelar pertama kali di kawasan Monas pada 2016 silam. Kemudian gerakan yang kemudian santer dengan sebutan aksi 212 ini sempat menggelar reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 tahun 2017 lalu. Kemudian tahun 2018 ini merupakan reuni akbar alumni 212. Aksi belakangan mulai menuai pro dan kontra. Beberapa pihak bersuara untuk menolak aksi ini dengan alasan kebangsaan dan sebagainya. [hpy]

Komentar

x