Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Januari 2019 | 21:48 WIB

Caleg PKB Mojokerto Dibacok Orang Gila

Kamis, 29 November 2018 | 17:42 WIB

Berita Terkait

Caleg PKB Mojokerto Dibacok Orang Gila
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Mojokerto - Salah satu calon legislatif (caleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto, Pitung Hariono dibacok orang gila (orgil).

Kejadian tersebut bermula saat petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Kota dan Kabupaten Mojokerto ke rumah Mas'ud (30).

Mas'ud (30) warga Dusun Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mengalami gangguan jiwa sekira 10 tahun lalu. Petugas datang untuk melakukan proyek pelatihan penangganan orgil. Namun saat diminta untuk mandi, Mas'ud berontak dan mengamuk.

Sejumlah petugas langsung lari, Pitung yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Sambiroto datang ke rumah Mas'ud. Namun justru mendapatkan bacokan di lengan kirinya. Pisau tersebut, Mas'ud ambil dari dapur rumahnya saat petugas lengah. Setelah mendapatkan perawatan, caleg PKB nomor urut 2 ini langsung pulang.

Istri korban mengaku, jika suaminya sedang beristirahat. "Bapak lagi istrahat, tadi habis jatuh. Jadi tidak berani membangunkan, takut mengganggu. Iya benar, tangan kiri yang luka," ungkapnya, Kamis (29/11/2018).

Sementara itu, Petugas Latihan Kesehatan Jiwa (PLKJ), Dinkes Kota Mojokerto, Nur Aini menjelaskan, jika sakit yang diderita sudah hampir 10 tahun. "Awalnya hilang empat tahun kemudian kembali katanya dari Gunung Kidul, katanya merantau. Tidak tahu dibawah siapa, masih bujang," ujarnya.

Masih kata petugas PLKJ, petugas datang untuk dalam rangka pelatihan untuk kesehatan jiwa dari petugas puskesmas baik Kabupaten/Kota Mojokerto. Pelatihan diberikan oleh Dinkes Provinsi Jawa Timur, jika ada pasien gangguan jiwa diperlakukan seperti apa, sehingga dilakukan pendekatan. Petugas akhirnya datang ke rumah anak kedua pasangan suami-istri (pasutri), Pi'i (63) dan Jumaidah (58) tersebut.

"Awalnya kenalan biasa reaksinya tapi kemudian Pak Polo datang minta untuk mandi, dikira mau ternyata Pak Polo disingkirkan dan ambil pisau di dapur. Petugas semua akhirnya keluar cari tempat aman, Pak Lurah (Pitung, red) baru datang mau ngajak bicara ternyata ambil pisau. Mengelak ternyata kena di lengan kiri," jelasnya.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x