Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:33 WIB

Unggahan di Medsos Berujung Pembunuhan di Sampang

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 28 November 2018 | 22:26 WIB

Berita Terkait

Unggahan di Medsos Berujung Pembunuhan di Sampang
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah unggahan di facebook menyebabkan seorang pria bernama Subaidi tewas. Ia tewas ditembakkan oleh pria bernama Idris.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, kasus ini berawal dari sebuah unggahan di facebook milik Habib Bahar. Unggahan itu menampilkan, Habib Bahar sedang memegang senjata tajam katana dengan keterangan (caption) 'Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini'.

"Kemudian, unggahan itu dibalas oleh akun facebook atas nama Idris Afandi Afandi dengan tulisan, 'saya pingin merasakan tajamnya pedang Habib Bahar tersebut," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Imbas balasan akun bernama Idris Afandi itu, seorang pria bernama bernama Ustaz Bahrud, warga Desa Sokobanah Laok, Sampang, Jawa Timur yang mengaku seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi rumah Idris pada Ahad (28/10). Bahrud ingin mengklarifikasi, apakah Idris adalah pemilik akun 'Afandi' yang membalas unggahan Habib Bahar.

Kemudian, Idris mengaku pada Bahrud bahwa akun tersebut sempat menjadi miliknya. Namun, balasan pada unggahan pedang Habib Bahar itu bukan dilakukan oleh Idris. Pasalnya, Idris telah menjual ponselnya, dan lupa log out akun Facebook. Pengakuan klarifikasi Idris divideokan oleh Bahrud.

Ternyata, video pengakuan Idris diunggah ke facebook. Hal ini diketahui Idris dari kakak iparnya yang bernama Farida. Video Idris ternyata diunggah oleh akun Ahmad Alfateh yang dimiliki oleh Subaidi. Ungahan itu disertai hinaan pada Idris, berbunyi :

"Ini dia orang yang mau melawan Habib Bahar, ketakutan sampai kencing dicelana saat di datangi FPI, saya tahu siapa lamu Idris dan kapan saja saya ketemu kamu akan saya bunuh kamu, cuma jadi LSM t** kamu itu jangan sok jago." Demikian bunyi dalam video itu.

Mengetahui unggahan tersebut, Idris pun mencari Subaidi melalui rekan-rekannya. Diketahui, Subaidi merupakan seorang tukang gigi.

"Tersangka (Idris) sempat mendatangi rumah Subaidi dengan maksud untuk mengklarifikasi akan unggahannya tentang video tersangka, namun tersangka tidak bertemu dengan Subaidi, Tersangka hanya bertemu mertua perempuannya," kata Dedi.

Pada Rabu (21/11) pagi, Idris justru tidak sengaja bertemu Subaidi di jalan. Idris hendak pergi ke pasar Plerenan Tobai Timur,dan pada saat perjalanan tepatnya di Dusun. Gimbuk Timur, Sokobanah, Sampang Tersangka berpapasan dengan Subaidi. Keduanya menggunakan sepeda motor ke arah yang sama.

Subaidi dan Idris pun saling pandang. Hingga akhirnya, Subaidi menabrakkan motornya pada tersangka Idris hingga terjatuh. Setelah itu Subaidi mengeluarkan sebilah Pisau dari balik baju pinggang sebelah kiri dan menyabetkan kepada tersangka Idris namun Idris menghindar mundur.

"Saat mundur tersebut tersangka Idris mengambil senjata api yang disimpan di dalam kantong samping sebelah kanan," ujar Dedi.

Tersangka mengokang senjata api yang di pegang kemudia ditembakkan ke arah dada kiri Subaidi sehingga tembus pinggang kanan bawah. Subaidi pun tewas.

Idris pun ditangkap dengan barang bukti senpi rakitan dan kendaraan sepeda motor yang ia gunakan. Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ayat 1 ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 1 ayat 1 UURI Nomor 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun.[jat]

Komentar

x