Find and Follow Us

Jumat, 20 September 2019 | 07:15 WIB

Telusuri Tindak Pidana

Polisi Tunggu Hasil KNKT Soal Lion Air JT610

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Rabu, 28 November 2018 | 15:40 WIB
Polisi Tunggu Hasil KNKT Soal Lion Air JT610
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan pihaknya bisa menelusuri unsur pidana di kecelakaan pesawat Lion Air JT610.

Namun sebelumnya polisi masih menunggu hasil evaluasi resmi pemeriksaan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kita tunggu dulu dari KNKT kita tunggu penyebab utamanya. Setelah itu kita bakal cross check hasilnya," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (28/11/2018)

Dedi menyatakan sedianya kasus Lion Air bisa ditarik keunsur pidana jika terindikasi ada kelalaian. Kelalaian pertama yang bisa dikenakan kepada kasus ini adalah jika seorang staf memberikan rekomendasi kepada pilot yang mengkonsumsi obat terlarang.

"Misalnya pilot itu tidak bersih terhadap ketergantungan obat terlarang, ga rekomen dibikin clear sehingga pilot laik untuk terbang. Nah itu kena (pidana)," ucap Dedi.

Kemudian seorang pegawai bisa saja kena pidana jika ada indikasi kelalaian memberikan izin sebuah pesawat 'rusak' untuk terbang. Sejauh ini polisi sudah memeriksa pegawai Lion Air yang berada di Manado, Bali dan Jakarta untuk mengkonfirmasi kasus ini.

"Tapi memang belum ada kami temukan unsur pidana. Seperti unsur ada terorisme, sabotase atau penyimpangan administrasi penerbangan belum ada. Jadi satu-satuya keseimpulan yang menentukan KNKT," tegas Dedi.

Sementara penyelidikan yang bersifat teknis nanti akan menjadi ranahnya KNKT. KNKT juga berhak untuk memberikan sanksi kepada Lion Air secara kelembagaan jika terbukti bersalah.

"Nanti dilihat apakah penyebab kecelakaan perawatan terhdap pesawat itu kurang apakah suku cadangnya bisa diganti tapi ternyata tidak diganti maka itu teknis dari KNKT," tutup dia.

Dari hasil penelitian awal, KNKT mengeluarkan dua rekomendasi terkait keselamatan untuk maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines alias Lion Air.

Dalam rekomendasi ini, KNKT juga menyebut penerbangan pesawat Lion Air PK-LQP sebelum kecelakaan sudah tak layak terbang, serta ada perbedaan data pramugari antara dokumen dan kenyataannya.

Rekomendasi pertama, kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nur Cahyo Utomo, adalah meminta Lion Air menjamin implementasi dari Operation Manual part A subchapter 1.4.2 dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan dan untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk meneruskan penerbangan atau tidak.

Rekomendasi kedua, lanjut Nur Cahyo, adalah Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi secara tepat. Pasalnya, pihak KNKT menemukan ketidaksesuaian jumlah awak penerbangan. Pada dokumen weight and balance sheet, terdata ada dua pilot, lima pramugari, dan 181 penumpang.

Diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10). Didalamnya ada 189 penumpang termasuk awak kabin, Pilot dan Kopilot.[jat]

Komentar

x