Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 10:07 WIB

Natal-Tahun Baru, 13 Wilayah Hukum Jadi Prioritas

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 27 November 2018 | 20:23 WIB

Berita Terkait

Natal-Tahun Baru, 13 Wilayah Hukum Jadi Prioritas
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 94.946 personel Polri dikerahkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru dengan nama sandi Operasi Lilin 2018. Penempatan personel akan diprioritaskan di 13 kepolisian daerah (Polda) di Indonesia.

"Jumlah personel antisipasi gangguan kantimbmas ada 94.946. Terdiri dari 69.080 personel di 13 polda prioritas satu dan 25.866 personel di 21 polda prioritas dua," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (27/11/2018).

Polda prioritas satu meliputi Sumatera Utara, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua.

Dedi mengungkapkan alasan 13 polda tersebut menjadi prioritas pengamanan lantaran memiliki jumlah umat Kristiani yang cukup banyak. Jumlah gereja di wilayah hukum 13 polda tersebut juga cukup banyak sehingga membutuhkan kekuatan personel keamanan yang tak sedikit.

"Kemudian dilihat dari analisa data polda ini juga arus lintas mudik, tentunya saat perayaan Natal dan Tahun Baru ada libur bersama. Nah itu kita antisipasi jalur mudik Jakarta sampai ke arah Jatim. Demikian juga Jakarta ke arah Sumatera," jelas Dedi.

Sedangkan Bali menjadi prioritas lantaran banyaknya wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang akan merayakan pergantian tahun.

Jenderal bintang satu itu menyebut, terorisme masih menjadi salah satu prioritas yang perlu diantisipasi pada Operasi Lilin 2018. Polri juga telah memetakan titik-titik rawan gangguan Kemanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

"Untuk prioritas antisipasi terorisme di Jawa, kemudian ada beberapa wilayah di Sumatera. Wilayah lain tetap dalam pantauan Satgas Anti-teror dan Satgaswil Densus 88," ucap Dedi. [ton]

Komentar

x