Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 10:09 WIB

Jelang Natal, Polisi Amankan 48.796 Gereja

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 27 November 2018 | 17:43 WIB

Berita Terkait

Jelang Natal, Polisi Amankan 48.796 Gereja
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 48.796 gereja dan tempat ibadah umat kristiani menjadi fokus pengamanan polisi dalam perayaan Natal 2018. Puluhan ribu tempat ibadah tersebut tersebar di seluruh Indonesia.

"Jumlah gereja fokus pengamanan 48.796 gereja dan tempat ibadah umat kristiani," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (27/11/2018).

Untuk mengamankan libur Natal dan Tahun Baru, Polri menurunkan total personel sebanyak 94.946, terdiri dari 69.080 personel di 13 polda prioritas satu dan 25.866 personel di 21 polda prioritas dua.

"Polda prioritas satu adalah Polda Sumut, Lampung, Banten, Polda Metro, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTT, Sulut, Maluku, dan Papua," ujar Dedi.

Selain mengamankan gereja, Polri juga mengamankan puluhan ribu objek vital seperti Bandara, Stasiun, Terminal, Pelabuhan, pusat perbelanjaan dan objek wisata.

"Sebanyak 57.946 obyek yang diamankan terdiri dari 856 terminal bus, 260 stasiun kereta api, 530 pelabuhan laut, 2.684 pusat perbelanjaan, 207 bandara, 2.705 obyek wisata," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, penentuan Polda yang menjadi prioritas dikarenakan jumlah umat kristiani dan jumlah gereja yang banyak. Polri juga melibatkan ormas dan tokoh agama dalam pengamanan ini.

Selanjutnya, untuk pengamanan tahun baru sebanyak 1.904 objek yang menjadi perhatian Polri. Jalur darat antara Jakarta-Surabaya juga menjadi prioritas Polri. Wilayah Bali juga menjadi perhatian lantaran malam pergantian tahun akan banyak turis baik lokal dan asing yang merayakan di pulau dewata tersebut.

"Untuk prioritas antisipasi terorisme jawa kemudian ada beberapa wilayah di sumatera. wilayah lain dalam tetap pantauan satgas antiteror dan radikalisme dan satgaswil densus 88," ujarnya. [ton]

Komentar

x