Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:32 WIB

3 Anggota Polsek Ketapang Dilaporkan ke Propam

Senin, 26 November 2018 | 19:43 WIB

Berita Terkait

3 Anggota Polsek Ketapang Dilaporkan ke Propam
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Sampang - Tiga anggota Polri yang bertugas di Mapolsek Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, dilaporkan ke Propam lantaran diduga melakukan pemukulan saat menangkap warga Supyan (43) warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang beberapa waktu lalu.

Kejadian ini berawal pada Senin (12/11/2018) saat Supyan bersama istrinya Suliyeh mengangkut ikan hasil tangkapan nelayan. Tak lama kemudian rekannya mengajak bermain kartu remi dan diiyakan oleh Supyan.

Mereka menuju sebuah rumah warga di Desa Bunten Timur. Sekitar 20 menit kemudian, anggota Polsek Ketapang melakukan penggerebekan. Supyan bersama ketiga rekannya digeledah. Namun, hanya Supyan yang dibawa ke Mapolsek Ketapang. Sebab, Supyan kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau. Padahal, ketiga rekannya juga membawa sajam.

Sebelum tiba di Mapolsek, kendaraan yang membawa Supyan berhenti di sebuah rumah kosong. Di sana Supyan diduga dipukul oleh anggota Polsek Ketapang. "Pengakuan suami saya dipukuli sampai telinganya keluar darah dan kepalanya memar," kata Suliyeh istri Supyan, Senin (26/11/2018).

Suliyeh mengatakan jika suaminya dipukuli dan diminta mengakui melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). "Suami saya ditahan tanggal 13 November. Selama ditahan saya tidak diperbolehkan menjenguk, Saya menjenguk hari Kamis kemarin, ketika menjenguk itu saya diceritakan oleh suami bahwa dia dipukul ketika ditangkap. Bahkan, telinga sebelah kiri pendengarannya terganggu," imbuhnya.

Keesokan harinya, Jumat (23/11/2018) pihak keluarga Supyan melaporkan ke Propam Polres Sampang dengan bukti surat tanda penerimaan laporan (STPL) bernomor STLP/06/XI/2018.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Sampang, Iptu Teguh Sujatmiko mengakui bahwa pihaknya menerima laporan dugaan pemukulan terhadap Supyan.

Setiap laporan atau pengaduan dari masyarakat selalu diterima. Sayangnya pelapor tidak menyertakan bukti dokumen seperti bekas pemukulan dan visum. "Kami sudah melakukan tahapan, pelapor melakukan pelaporan temponya sebelas hari setelah kejadian," tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengatakan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa ada sekelompok orang melakukan perjudian di Desa Bunten Timur. Kemudian, dari informasi itu dikembangkan oleh anggotanya. Lalu dilakukan upaya paksa penangkapan.

"Pada saat melakukan penangkapan Supyan dan Kawan-kawanya melakukan perlawanan supaya tidak bisa ditangkap, Situasinya semrawut, Supyan kedapatan membawa sajam. Yang lainnya berhasil melarikan diri," ujarnya.

Lanjut Aries, untuk dugaan pemukulan terhadap Supyan, pihaknya akan menanyakan kepada anggotanya. Apakah luka itu karena ada upaya melarikan diri atau ada anggota menyalahkan kewenangannya. "Anggota yang ke lokasi ada empat orang. Kami juga mengamankan barang bukti berupa kartu remi dan uang Rp355 ribu serta sajam," pungkasnya.[beritajatim]

Komentar

x