Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 16 Januari 2019 | 14:10 WIB

Kemarau, Ribuan Warga Kediri Krisis Air Bersih

Kamis, 22 November 2018 | 20:21 WIB

Berita Terkait

Kemarau, Ribuan Warga Kediri Krisis Air Bersih
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Kediri - Kemarau panjang yang melanda di wilayah Kediri dan sekitarnya mengakibatkan ribuan warga satu desa alami krisis air. Sudah sebulan lamanya sumur mereka kering, hingga terpaksa mencari air ke sumber yang jauh.

Kekeringan ini dialami oleh masyarakat di Desa Semen, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti, minum, mandi dan mencuci. Menurut Sutrisno, Ketua RT 02/03 Dusun Semen, banyak sumur warga yang kering.

"Sudah sebulan terakhir ini kami merasakan kesulitan untuk memperoleh air. Kami mencari air dari kerabat di luar desa. Seperti, anak saya meminta ari dari daerah Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri," kata Sutrisno, Kamis (22/11/2018).

Selama ini masyarakat Desa Semen mengandalkan air sumur untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sumur warga memiliki kendalaman diatas 20 meter. Saat kekeringan melanda, sejumlah warga sudah berusaha menambah kedalaman sumur. Tetapi, debet air terus menurun.

Pati (48), warga setempat mengatakan, warga yang kerabatnya sudah tidak memiliki air, terpaksa mencari dari sumber mata air yang ada di Lereng Gunung Wilis, tepatnya di Sumber Podang. Untuk menjangkaunya, warga harus menempuh jarak puluhan kilometer. Itupun mereka harus bolak-balik karena tidak bisa membawa dalam jumlah banyak.

"Untuk kebutuhan minum dan memasak kami minta dari kerabat yang ada di lain desa. Tetapi bagi yang tidak punya, harus mencari ke sumber mata air di Sumber Podang. Sementara untuk kebutuhan mencuci, biasanya kami langsung membawa pakaian kotor di sumber atau sungai. Kita cuci pakaian di sana," jelasnya.

Musim kemarau di tahun ini cukup panjang. Tetapi, beberapa hari sebelumnya sempat turun hujan selama dua hari. Namun demikian, debet air sumur warga masih tetap kecil. Mereka sebenarnya sempat mendapatkan dropping air dari pemerintah daerah. Tetapi, bantuan air tersebut hanya berlangsung selama empat hari.

Untuk diketahui, jumlah penduduk di Desa Semen ini lebih dari seribu jiwa. Mereka berharap pemberian bantuan air bersih dari pemerintah daerah bisa dilakukan kembali. [beritajatim]

Komentar

x