Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:30 WIB

Hujan Angin, Puluhan Rumah di Mojokerto Rusak

Senin, 19 November 2018 | 21:15 WIB

Berita Terkait

Hujan Angin, Puluhan Rumah di Mojokerto Rusak
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Mojokerto - Puluhan rumah warga Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto di sapu angin kencang yang datang bersama hujan petir.

Akibatnya, genteng rumah warga yang terbuat dari asbes terbang terbawa angin, sementara genteng dari tanah liat runtuh disapu angin.

Tak hanya memporak-porandakan genting rumah warga, angin kencang juga menumbangkan beberapa pohon yang berada di sekitar rumah warga. Rumah warga yang tertimpa pohon, menyebabkan atap rumah hancur, kabel-kabel listrik juga menjuntai ke bawah. Akibatnya aliran listrik pun langsung padam.

Salah satu warga, Siti Rodiyah (20) mengatakan, angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. "Anginnya kencang sekali dan berputar-putar dari timur ke barat lalu ke timur lagi. Saya takut dan panik baru pertama kali saya mengalami peristiwa angin kencang seperti ini," ungkapnya, Senin (19/11/2018).

Masih kata Siti, sebelum angin kencang, awan gelap kemudian disusul petir beberapa kali menyambar. Tak lama aliran listrik padam dan langsung disusul hujan deras dan angin kencang secara bersamaan. Ia sempat keluar melihat kondisi di luar, namun akibat hujan deras disertai angin kencang membuat pohon dan pagar roboh sehingga ia kembali masuk rumah.

"Saya kemudian masuk ke rumah, malah genting berjatuhan. Saya akhirnya memilih untuk ke luar rumah lagi hingga angin itu berhenti. Angin itu berhenti tepat setelah adzan dikumandangkan," tegasnya.

Sementara akibat hujan deras disertai angin kencang, membuat warung milik Parti (60) yang berada di depan rumah hampir roboh. "Mungkin karena terbuat dari bambu sehingga hampir roboh tersapu angin, beberapa langit-langit rumahnya berlubang karena keruntuhan genteng. Air hujan menggenangi lantai rumah," tuturnya.

Parti menambahkan, ia tinggal seorang diri. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Parti berjualan makanan di depan rumah. Usai kejadian, warga langsung bahu membahu memotong pohon yang tumbang dengan menggunakan alat sederhana gergaji dan parang. Sedang sebagian warga lain membereskan reruntuhan genteng. [beritajatim]

Komentar

x