Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:32 WIB

JPU Bongkar Percakapan Eni ke Kotjo Terkait Idrus

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 15 November 2018 | 13:05 WIB

Berita Terkait

JPU Bongkar Percakapan Eni ke Kotjo Terkait Idrus
Eni Maulani Saragih dan Johannes B Kotjo - (Foto: Riset)

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum KPK menampilkan screenshot percakapan Whatsapp antara Eni Maulani Saragih dengan Johannes B Kotjo terkait perkara suap Proyek PLTU Riau-1.

Isinya, adalah soal permintaan uang dari Eni kepada Kotjo untuk pemenangan Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum Golkar.

Pada percakapan WA tertanggal 27 November 2017 tersebut, Eni dengan jelas menulis pesan ke Kotjo atas perintah Idrus.

"Pak Kotjo, besok pleno DPP untuk menetapkan sekjen plt ketum. Tadi Bang Idrus minta saya hubungi pak Kotjo," tulis Eni dalam WA-nya seperti di tampilkan jaksa lewat proyektor di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Belum sempat dibalas Kotjo, Eni kembali menjelaskan bahwa permintaan uang ditujukan untuk ongkos dpd 1.

"Kasih 10 ribu/dpd 1..kalau bisa sore ini 400 ribu singapur," tulis Eni lagi.

Namun Kotjo tak langsung menyanggupi dengan alasan bank tutup saat weekend.

Eni kembali menjelaskan bahwa permintaan uang tersebut agar tak perlu digelar Munaslub untuk memilih ketua umum.

"Ini akan dikondisikan tidak munaslub cukup rapimnas diperluas. Nanti dpd 1 akan ketemu BG dan Pak Praktik supaya golkar tidak pecah (seperti kemarin BG panggil nurdin halid supaya mendukung pleno untuk IM jadi Plt ketum)," tulis Eni.

"Bang Idrus butuh 3 jt pak buat ini," sambung Eni menyimpulkan maksud pesannya.

Namun Kotjo hanya membalas singkat."Senin didarat deh," jawab Kotjo menyudahi percakapan WA hari itu.

Usai percakapan WA itu ditampilkan, Kotjo juga menjelaskan bahwa dia tidak pernah merasa menyetujui permintaan uang dari Eni tersebut.

Dalam kasus ini, Kotjo didakwa memberikan uang Rp4,7 miliar kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih. Diduga, pemberian uang itu atas sepengetahuan Idrus Marham.

Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Menurut jaksa, Eni beberapa kali mengadakan pertemuan antara Kotjo dan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Hal itu dilakukan Eni untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU. [ton]

Komentar

Embed Widget
x