Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 03:53 WIB

JS Prabowo Unggah Video Pidato Jokowi Soal Impor

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 11 November 2018 | 05:14 WIB

Berita Terkait

JS Prabowo Unggah Video Pidato Jokowi Soal Impor
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo kembali mengunggah cuplikan video pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai impor yang dilakukan pemerintah saat acara Muktamar PKB pada 2014.

"Jejak digital. Bapak ini di tahun 2014 mempertanyakan, apanya yang salah?," kata JS Prabowo melalui instagramnya yang dikutip INILAHCOM, Sabtu (10/11/2018).

Dalam penggalan pidatonya, Jokowi mengatakan Indonesia ini negara yang sangat luas, mempunyai air yang sangat banyak. Akan tetapi, Jokowi mempertanyakan kenapa beras, gula, jagung, buah, kedelai, garam, cabai dan bawang putih semua impor.

"Koq beras impor, gula impor, jagung impor, buah impor, kedelai impor, garam impor, cabai dan bawang putih impor juga. Menurutnya ada mismanagement," lanjut JS Prabowo mengutip ucapan Jokowi.

Kini, JS Prabowo mengatakan Pemerintahan Jokowi sudah berjalan empat tahun tapi ternyata impornya semakin parah. Sehingga, perlu ada yang harus diganti.

"Sekarang sudah berjalan lebih dari 4 tahun koq impornya semakin ugal-ugalan? Pasti ada yang perlu segera diganti," ujarnya.

Berikut cuplikan pidato Jokowi mengenai semua bahan pangan impor saat Muktamar PKB 2014:

Problemnya apa sih gitu? Kita ini negara yang sangat luas mempunyai air yang sangat banyak. Kok berasnya impor, gulanya impor, jagungnya impor, buahnya impor, kedelai impor. Apa yang belum saya sebutkan? Garamnya impor, cabainya impor, bawang putih impor, kok bisa impor semuanya? Apanya yang salah? Ini ada yang keliru, pasti ada mismanagement disini.

Namun pada tahun 2018, ternyata Presiden Jokowi justru seperti tidak konsisten dengan ucapannya sendiri mengenai impor tersebut. Sebab, Jokowi mendukung langkah pemerintah yang melakukan impor 3,7 juta ton garam industri.

Menurut dia, semua pihak harus realistis terkait impor garam industri sebanyak 3,7 juta ton. Kini, importasinya melalui Kementerian Perindustrian.

"Kita harus realistis ya bahwa industri kita butuh yang namanya garam dengan kualitas berbeda," kata Jokowi, Rabu (4/4/2018).

Jokowi menilai saat ini kualitas produksi garam lokal belum sesuai dengan kebutuhan industri dalam negeri.

"Yang dihasilkan petani garam memang ya garam. Tetapi berbeda, jadi pasarnya beda, segmen beda, kualitas beda. Kalau kita tidak impor garam industri, akibatnya apa? industri bisa berhenti, meskipun penggunaannya hanya 2 persen. Tetapi itu jadi kunci," ujarnya.

Jokowi mengakui garam industri memang sangat dibutuhkan kalangan industri. Industri otomotif, misalnya memerlukan garam untuk campuran pembuatan ban, kaca.

Selain itu, garam industri diperlukan untuk proses produksi kosmetik, makanan dan minuman, serta farmasi.

"Tolong dibedakan garam industri dengan garam rakyat, saya pantau terus, harga garam yang di Madura, NTT, Aceh masih pada posisi harga yang baik," kata Jokowi.


Komentar

Embed Widget
x