Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 04:01 WIB

Siapa 'Politisi Genderuwo' versi Jokowi?

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 11 November 2018 | 04:10 WIB

Berita Terkait

Siapa 'Politisi Genderuwo' versi Jokowi?
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuat pernyataan baru tentang politik genderuwo setelah politik sontoloyo. Namun, politik genderuwo yang diucapkan Jokowi malah menuai kritik bahkan sindiran terhadap seseorang. Siapa politisi genderuwo yang dimaksud Jokowi itu?

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief menjelaskan genderuwa adalah mitos Jawa Tengah tentang sejenis bangsa jin atau mahkluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat.

"Pak Jokowi nyindir yang punya TV ya," kata Andi Arief melalui twitternya yang dikutip INILAHCOM, Sabtu (10/11/2018).

Menurut dia, genderuwo biasanya takut sama Kyai dan Ustad. Akan tetapi, sekarang genderuwo takutnya sama habib. Namun, habib siapa yang dimaksud oleh Andi Arief, apakah Habib Rizieq Shihab atau siapa? Perlu diketahui, Habib Rizieq saat ini sedang berada di Arab Saudi.

"Genderuwo biasanya takut sama kyai dan ustad. Kalau zaman sekarang genderuwo takut sama Habib," ujarnya.

Lalu, netizen dengan akun Bandeng Seribuan @RI9791 bertanya kepada Andi Arief siapa kira-kira politisi genderuwo yang menakutkan menurut Presiden Jokowi. Menurut dia, apakah yang dimaksud itu adalah ketua umum partai koalisinya?

"Gendruwo yang dulu pidato teriak 'kitaaa kitaaa kitaaa" itu ya Bang?," tanya Bandeng Seribuan. Namun, Andi Arief tidak mengiyakan pertanyaan itu.

"husss..," singkatnya.

Selain itu, Rocky Gerung pun turut mengomentari pernyataan calon Presiden petahana Jokowi terkait politik genderuwo. Menurut dia, lebih mudah mensolek genderuwo.

"Lebih mudah dandanin genderuwo. Karena mahluknya halus," katanya.

Bahkan, Rocky kembali mempertanyakan siapa yang dimaksud genderuwo seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi. Sebab, kini beredar di media sosial gambar meme seorang politisi yang pernah dijadikan sampul majalah.

"Ada genderuwo di TEMPO?," katanya.

Ternyata, hal yang sama netizen dengan akun BERKARYA @DoubleEshate mempertanyakan cuitan Rocky Gerung soal genderuwo yang diucapkan Presiden Jokowi siapa sosoknya. Bahkan, akun ini mengunggah cover majalah Tempo yang menggambarkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

"Ini maksudnya Prof?," tanya akun BERKARYA. Namun, Rocky tak menimpalinya.

Sementara, akun yosnggarang @yosnggarang juga berkomentar soal sosok politisi genderuwo yang dimaksud Jokowi itu. Menurut dia, usai Jokowi menyebut politisi genderuwo beredar langsung cover majalah Tempo edisi tahun 2014.

"Setelah Pak Presiden Jokowi bicara Politik Gondoruwo, Cover Majalah Tempo Edisi tahun 2014 tiba2 menyebar di Group WA. Entah apa kaitan Cover majalah ini dgn pernyataan pak Presiden!?," cuit yosnggarang.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli juga pernah menyinggung kalau Presiden Jokowi takut dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Rizal mengomentari soal tingginya impor dan itu merupakan kesalahan dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Sebetulnya biang keroknya ini Menteri Perdagangan Saudara Enggar. Misalnya, impor dari garam dia lebihkan 1,5 juta ton dan petani garam marah. Kedua, impor gula dia tambahkan 2 juta ton, impor beras dia tambahin 1 juta ton. Jadi, biang keroknya sebetulnya Saudara Enggar. Cuma Presiden Jokowi tidak berani negor, takut sama Surya Paloh," kata Rizal Ramli.

Oleh karena itu, Rizal Ramli malah menawarkan diri kepada Presiden Jokowi supaya memanggil dirinya untuk menegor Surya Paloh. Karena menurut dia, soal impor tinggi ini sudah kelewatan.

"Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang teken Pak Surya Paloh. Karena ini brengsek, impor tinggi sekali, petani dirugikan, petambak dirugikan dan akibatnya elektabilitas Jokowi merosot digerogoti," katanya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi menilai saat ini banyak politisi yang membuat politik propaganda menakutkan dan mengkhawatirkan. Menurut dia, masyarakat digiring kesana yang akhirnya rakyat ragu dan muncul ketakutan. Maka, politik seperti itu adalah cara genderuwo.

"Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan, enggak benar kan? Itu yang sering saya sampaikan politik genderuwo. Nakut-nakuti. Sing politik meden-medeni (yang politik menakut-nakuti). Jangan sampai seperti itu," katanya.

Komentar

Embed Widget
x