Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 04:00 WIB

DPR Tingkatkan Kerja Sama dengan Selandia Baru

Minggu, 11 November 2018 | 03:06 WIB

Berita Terkait

DPR Tingkatkan Kerja Sama dengan Selandia Baru
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) optimis pertemuan yang telah dilakukan DPR RI dengan Parlemen Selandia Baru dapat meningkatkan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Selandia Baru.

Selama berada di Selandia Baru, DPR RI melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Selandia Baru Trevor Mallard, Komite Pembangunan Ekonomi Parlemen Selandia Baru, berdiskusi dengan akademisi dari Victoria University of Wellington, menghadiri konser persahabatan Indonesia-Selandia Baru serta bertemu dengan diaspora serta pelajar Indonesia di Selandia Baru.

"Selama di Wellington, saya dan delegasi dari DPR RI telah berkunjung dan diterima secara hangat oleh Parlemen Selandia Baru yang dipimpin langsung oleh Mr. Trevor Mallard," kata Bamsoet, Sabtu (10/11/2018) malam.

Menurut dia, dalam pertemuan tersebut selain meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara juga dibahas masalah-masalah strategis di bidang politik dan ekonomi.

Kemudian, Bamsoet mengatakan rombongan DPR RI sempat berdiskusi dengan akademi dari Universitas Victoria soal kebijakan politik luar negeri Indonesia.

Menurutnya, sempat dipaparkan mengenai kemajuan demokrasi di Indonesia pasca 20 tahun reformasi diantaranya berhasil membangun institusi demokrasi, menyelenggarakan pemilu secara demokratis dan damai, membangun kebebasan pers dan otonomi daerah.

"Kini Indonesia tumbuh menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Tantangan yang dihadapi dalam demokrasi Indonesia saat ini adalah semakin luas dan besarnya peran media sosial dalam membangun opini dan memengaruhi kehidupan politik di Indonesia," ujarnya.

Bamsoet mengatakan Indonesia akan menggelar pemilu secara serentak pada 2019, yakni pemilu legislatif dan pemilu presiden. Menurut dia, pemilu serentak di Indonesia ini merupakan pemilih yang paling rumit.

Karena, melibatkan hampir 200 juta pemilih, memilih 5 kertas suara yaitu calon presiden dan calon wakil presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta tersebar di 805 ribu TPS dengan tingkat kesadaran politik warga yang sangat beragam.

"Jika kita sukses melaksanakan pemilu serentak, kita akan dicatat dengan tinta emas sebagai negara demokrasi yang sukses di dunia. Tapi, jika gagal kita akan dicemooh. Saya harap warga negara Indonesia yang ada di luar negeri dapat berpartisipasi dengan menggunakan hak pilihnya secara bebas dan demokratis," jelas dia.

Komentar

Embed Widget
x