Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 04:01 WIB

Cegah Berlanjutnya 'Perang Kata'

Metode Kampanye Dua Paslon Pilpres Dikritisi

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 10 November 2018 | 23:19 WIB

Berita Terkait

Metode Kampanye Dua Paslon Pilpres Dikritisi
Pengamat Politik Kedai Kopi Hendri Satrio - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Kedai Kopi Hendri Satrio mengritisi cara komunikasi politik dan kinerja kedua tim kampanye dua pasang calon presiden dan wakil presiden.

Pasalnya, dalam kurun waktu singkat dunia perpolitikan Indonesia diwarnai kata-kata tak lazim. Bahkan spekulasi berkembang ini jadi metode baru kampanye dengan 'perang kata'. Hendri menilai sebaiknya kedua bakal calon bergerak atau mengambil langkah sesuai substansi.

"Mustinya mereka bergerak di atas substansi yah," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (10/11/2018).

Ia menyebut, pada dasarnya tidak masalah jika kedua pasang calon sudah mulai mengungkap ke pubik apa yang menjadi visi dan misi mereka dalam menghadapi Pilpres 2019.

"Gak masalah kan ngomongin visi misi dari sekarang," ujarnya.

Ia menilai daripada harus berdebar verbal atau 'perang kata' lebih baik kedua calon sosialisasikan visi misinya masing-masing tanpa harus mengeluarkan terminologi-terminologi politik baru yang membingungkan masyarakat.

"Gak usah nunggu debat-debatan daripada ngeluarin judul film itu, Genderuwo, Sontoloyo itu kan bagus buat judul film horor," tandasnya. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x