Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 03:58 WIB

Kamar Karyawan Mie Instan Dibobol Maling

Sabtu, 10 November 2018 | 01:02 WIB

Berita Terkait

Kamar Karyawan Mie Instan Dibobol Maling
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Gresik - Kasus pencurian dengan modus membobol kamar kos-kosan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gresik. Kali ini, dialami rumah kos karyawan perusahaan mie PT Karunia Alam Segar (KAS).

Korban Nur Aida (21) yang indekos di Jalan Raya Sukomulyo Manyar Gresik Gang II. Dia kehilangan barang berharga seperti cicin emas 4 gram, kartu ATM, dan uang Rp200 ribu.

Peristiwa diketahui saat korban Nur Aida baru saja pulang kerja. Saat hendak membuka pintu, gembok kunci kamarnya ternyata sudah terbuka. Melihat kejadian itu, korban langsung masuk ke dalam kamar. Sewaktu dilihat kamarnya sudah acak-acakan.

"Saya kaget karena merasa ada yang tidak beres," ujarnya, Jumat (9/11/2018).

Masih menurut Nur Aida, karena kamarnya sudah dimasuki orang, spontan dirinya teringat dompet yang diletakkan di dalam lemari.

"Dompet, kartu ATM Bank BRI dan cicin perkawinan saya seberat 4 gram serta uang Rp200 ribu raib semua," paparnya.

Karena kartu ATM Bank BRI-nya juga raib. Nur Aida mendatangi kantor Bank BRI dan Mandiri di wilayah Gresik Kota. Maksudnya ingin memblokir kartu. Ternyata setelah dicek, uang dalam ATM sudah dikuras pelaku.

ATM BRI berisi saldo Rp1,5 juta dan ATM Mandiri Rp400 ribu dikuras oleh pelaku.

"Pelaku tahu nomor PIN saya karena di dalam dompet ada SIM. Ada kemungkinan mencocokan tanggal lahir saya sesuai dengan nomor PIN," ungkap Nur Aida.

Selain kamar Nur Aida, pelaku juga mengacak-acak kamar lain yang dihuni Diyah, 22. Kamar itu memang berhadap-hadapan. Diyah kehilangan sejumlah barang. Di antaranya kamera Canon EOS 600D, uang Rp500 ribu, ATM, helm dan perhiasan cincin.

"Kemungkinan waktu kejadiannya sama," ujar Diyah.

Kanitreskrim Polsek Manyar Aiptu Abdul Azis mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian siang kemarin. Pihaknya juga telah mendatangi kantor cabang bank BRI untuk melihat rekaman CCTV dari bilik ATM. Sebab pelaku langsung beraksi dengan menguras isi ATM korban.

"Ternyata CCTV belum bisa dilihat. Baru bisa dilihat tiga bulan ke depan," kata Aiptu Abdul Azis.

Terkait dugaan yang melibatkan orang dalam kos, Abdul Azis belum mau berspekulasi. Dia bilang, korban bisa saja mencurigai seseorang. Namun selama tidak ada bukti yang valid, pihaknya akan berhati-hati untuk memeriksa yang bersangkutan.

"Harapan kami hanya pada rekaman CCTV dari bank. Sebab, dari situ bisa mengetahui siapa pelakunya," pungkasnya.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x