Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 03:53 WIB

Perisak Habib Rizieq, Nyata atau Halusinasi?

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 9 November 2018 | 17:58 WIB

Berita Terkait

Perisak Habib Rizieq, Nyata atau Halusinasi?
Habib Rizieq Shihab (HRS) - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peristiwa yang menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi masih menimbulkan polemik. Pihak Front Pembela Islam (FPI) menyebut ada operasi intelejen yang menimpa Rizieq, namun Badan Intelejen Negara (BIN) memastikan tudingan tersebut tidak benar. Siapa yang nyata dan yang berhalusinasi?

Polemik soal bendera di kediaman Habib Rizieq di Arab Saudi, kini bergeser ke soal siapa yang memasang bendera tersebut. Munarman, pengacara FPI, menyebutkan bendera yang terpasang di kediaman Habib Rizieq dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. "Pihak yang diduga kuat sebagai pelaku adalah intelejen busuk dari Indonesia," ungkap Munarman.

Pernyataan Munarman ini akhirnya memancing reaksi dari tanah air. Penyebutan operasi intelejen busuk yang disebut sebagai aktor di belakang atas pemasangan bendera di kediaman Habib Rizieq, tentu menembak institusi Badan Intelejen Negara (BIN)

Juru Bicara BIN Wawan H Purwanto menepis tudingan FPI. Ia menyebutkan tudingan tersebut tidak benar alias Hoax. Menurut dia, tidak ada bukti soal tudingan pemasangan bendera di dinding belakang kediaman Habib Rizieq dilakukan oleh pihak BIN. "Apalagi memfoto kemudian lapor ke Polisi Saudi," tepis Wawan yang sebelumnya dikenal sebagai pengamat intelejen ini.

Anggota Komisi Luar Negeri DPR RI Arwani Thomafi juga bereaksi atas tudingan dari FPI atas peritiwa yang menimpa Habib Rizieq. Menurut Arwani tudingan tersebut justru menambah kegaduhan baru. "Kami menyesalkan spekulasi, halusinasi, delusi serta syak wasangka (suudzon) yang dikonstruksi oleh sejumlah pihak atas peristiwa yang menimpa HRS di Mekah. Spekulasi tersebut justru membuat kegaduhan baru di Tanah Air," sebut politisi PPP ini.

Dia menilai tudingan yang dilempar FPI tersebut tidak memiliki dasar. Pernyataan tersebut fatal karena tidak berpijak pada fakta di lapangan. "Pernyataan yang menyebutkan ada operasi intelejen dalam kasus yang menimpa HRS, ini merupakan pernyataan fatal yang tak berdasar," sebut Arwani.

Ketua Setara Institute Hendardi juga bersikap serupa. Menurut dia, tudingan operasi intelejen dalam pemasangan bendera di kediaman Habib Rizieq merupakan tudingan yang tak mendasar. "Tudingan Riziek hanya menunjukkan upaya dirinya menjadi tokoh yang ingin diperhitungkan dalam konstalasi politik Indonesia," tuding Hendardi.

Ia menilai informasi yang dituduhkan FPI terhadap BIN merupakan hal yang tidak logis yang berbasis fantasi belaka. Dia menilai tudingan tersebut hanya bertujuan untuk mempolitisasi masalah seolah-olah sebagai korban dalam kasus tersebut.

Sikap saling tuding antarpihak dalam kasus pemasangan bendera di kediaman Habib Rizieq menambah kegaduhan baru di publik Investigasi yang dilakukan otoritas keamanan Arab Saudi diharapkan dapat mengakhiri sikap saling curiga satu dengan lainnya. Temuan otoritas Kerajaan Saudi Arabia juga akan mengungkap fakta bahwa Habib Rizieq dirisak oleh pihak lain atau justru merisak diri sebagaimana tudingan yang menimpa pada dirinya?

Komentar

Embed Widget
x