Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 03:55 WIB

Anies Ceritakan Kedekatannya Dengan Sang Kakek

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 9 November 2018 | 04:12 WIB

Berita Terkait

Anies Ceritakan Kedekatannya Dengan Sang Kakek
(Foto: instagram)

INILAHCOM, Jakarta - Hari ini, pagi tadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak seluruh keluarganya ke Istana Presiden.

Anies, berkesempatan menerima penghargaan sebagai Pahlawan Nasional sang kakek, A.R Baswedan.

Di akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, gubernur membagikan sejumlah foto serta tulisan yang menceritakan tentang kakeknya tersebut.

Anies bahkan ingat betul pengalamannya bersama sang kakek dimasa kecil dulu.

"Semasa kecil saya tinggal seruma bersama kakek di Yogyakarta. Setiap pulang TK atau sekolah, diajak berjalan kaki dari Jl.Dagen ke Kantor Pos Besar untuk mengirim surat atau tulisan ke surat kabar. Tiada hari tanpa menulis," ucap Anies.

Anies kerap menjadi juru ketik sang kakek."Beliau bicara, saya mengetik. Di akhir surat, beliau selalu bilang,'surat ini dtulis oleh cucu saya," tulis Anies bangga.

Anies merasa bersyukur tumbuh dan beriteraksi dengan sang kakek hingga SMA. Anies juga menceritakan peran penting sang kakek hingga layak mendapat gelar kehormatan, pahlawan nasional.

Beliau bersama H.Agus Salim menjalankan misi diplomatik tahun 1947 untuk mendapat pengakuan de jure dan de facto dari Mesir di awal kemerdekaan.

Surat pengakuan yang ditandatangani PM Mesir itu dibawa dalam perjalanan berbulan-bulan oleh A.R Baswedan dari Mesir ke Indonesia. Agar lolos melewati pemeriksaan Belanda, surat dilipat dan dimasukkan kaos kaki. Bila tertangkap, selesailah misinya. Musnah suratnya, tak jelas nasib pembawanya. Untung lolos. Surat itu dibawa ke Yogyakarta dan diserahkan ke Presiden Soekarno. Sebuah babak baru, sejak itu ada pengakuan de jure dan di facto atas kemerdekaan RI.

Anies juga mengucapkan terimakasih ke semua pihak yang terlibat dalam proses pengusulan dari Yogya di tahun 2011 hingga pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada A.R. Baswedan.

Siang tadi bersama seluruh keluarga diundang ke Istana Negara untuk menghadiri prosesi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kakek kami, A.R. Baswedan. . Foto 2 berkebaya oranye adalah Imlati, anak ke-8 Kakek, lahir 1 Juli 1945. Imlati singkatan dari Indonesia Merdeka Lekas Akan Tercapai Insya Allah. Dinamai saat gelora menuju kemerdekaan makin menggemuruh. Serasa bulan depan akan merdeka... . Semasa kecil saya tinggal serumah bersama kakek di Yogyakarta. Setiap pulang dari TK atau sekolah, diajak berjalan kaki dari Jl. Dagen ke Kantor Pos Besar untuk mengirim surat atau tulisan ke surat kabar. Tiada hari tanpa menulis. . Sejak SD saya sering jadi juru ketik. Beliau bicara, saya mengetik. Di akhir surat, beliau selalu bilang: "Surat ini diketik oleh cucu saya, Anies." Saya bangga sekali :) . Kemudian hari saya menyadari, itu cara beliau untuk membuat cucunya bangga, sambil memberitahu si penerima surat bahwa semua kesalahan ketik itu karena cucunya belajar ngetik :) . Bersyukur sekali saya tumbuh dan berinteraksi dengan beliau sampai dengan masa SMA. . Peran A.R. Baswedan yang sering disebut adalah, beliau bersama H. Agus Salim menjalankan misi diplomatik tahun 1947 untuk dapat pengakuan de jure dan de facto dari Mesir di awal kemerdekaan. . Surat pengakuan yg ditandatangani PM Mesir itu dibawa dalam perjalanan berbulan-bulan oleh A.R. Baswedan dari Mesir ke Indonesia. Agar lolos melewati pemeriksaan Belanda, surat dilipat dan dimasukkan kaos kaki. Bila tertangkap, selesailah misinya: musnah suratnya, tak jelas nasib pembawanya. Untung lolos. Surat itu dibawa ke Yogjakarta dan diserahkan ke Presiden Soekarno. Sebuah babak baru: sejak itu ada pengakuan de Jure dan de facto atas Kemerdekaan RI. . Generasi pendiri republik telah hibahkan segalanya, kini giliran kita bertanggung jawab meneruskan yang sudah mereka perjuangkan. . Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih ke semua pihak yang terlibat dalam proses pengusulan dari Yogya di tahun 2011 hingga pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada A.R. Baswedan.

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on


Komentar

Embed Widget
x