Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 18:45 WIB

Driver Online Ini Incar Siswi SMA untuk Disetubuhi

Kamis, 8 November 2018 | 19:21 WIB

Berita Terkait

Driver Online Ini Incar Siswi SMA untuk Disetubuhi
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Hendrik Sugiyanto, dua pekan lalu tak berada di rumah, jalan Tembok Dukuh V Surabaya. Laki 33 tahun harus merasakan tempat barunya, yakni hotel Prodeo Polrestabes Surabaya.

Hendrik yang berprofesi sebagai driver taksi online itu berurusan dengan Anggota Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya lantaran tega menyetubuhi gadis 17 tahun.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni menuturkan, awal mula penangkapan tersangka di waktu korban berinisial ANC (17) dan didampingi orang tua mendatangi Mapolrestabes untuk melaporkan kejadian perbuatan asusila.

"Dari laporan itu kami tindak lanjuti sampai berkas lengkap, lalu anggota melakukan penyelidikan sampai penangkapan tersangka di rumahnya," tutur Ruth Yeni kepada wartawan, Kamis (8/11/2108).

Masih kata Ruth Yeni, sebelum tersangka melancarkan aksinya bejat, pada 26 Oktober lalu, lelaki berkulit putih ini mencari penumpang di sekitar sekolah korban di Jalan Kranggan.

"Ternyata tersangka ini tidak hanya mencari penumpang, tetapi juga mengincar calon korban yang masih belia," terang Ruth Yeni.

Begitu korban kerap menggunakan jasanya, keduanya menjadi akrab. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk menjalin hubungan lebih intens (berpacaran). Melihat korban lugu, Hendrik merayu dan merencanakan niat jahat. Dia ingin menyetubuhi ANC.

"Untuk melancarkan aksinya, tersangka menyetubuhi korban di mobil tersebut saat berangkat maupun ketika pulang sekolah. Dalam kurun waktu Juli hingga September, korban sudah disetubuhi lebih dari 25 kali," tandas Ruth.

Setelah beberapa waktu, orang tua korban mulai curiga dengan perilaku anaknya (korban). Selain sering diantar jemput oleh tersangka, korban juga terlihat akrab dengan tersangka. Kecurigaan bertambah ketika orang tua korban tiba-tiba mendapatkan laporan dari sekolah.

Dari keterangan pihak sekolah, terkuak fakta bila korban beberapa bulan tersebut sering telat. Bahkan, korban juga beberapa kali tidak masuk sekolah tanpa keterangan jelas. Dari sanalah orang tua korban yang curiga lantas menekan anaknya untuk bercerita.

"Setelah mendapat pengakuan anaknya, mereka selanjutnya lapor ke kami," singkat mantan Panit Reskrim Polsek Wonokromo.

Dari pemeriksaan terungkap, untuk membuat korban menuruti kelakuan bejatnya, tersangka mengaku menjanjikan untuk menikahi korban setelah lulus sekolah. "Saya juga tidak menggratiskan ongkos antar jemput dia," ujar Hendrik.[beritajatim]

Komentar

x