Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 19:07 WIB

Kata Polri Soal Tudingan Operasi Intelijen Rizieq

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 8 November 2018 | 18:12 WIB

Berita Terkait

Kata Polri Soal Tudingan Operasi Intelijen Rizieq
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengaku tak mengetahui soal tudingan Habib Rizieq Shihab mencurigai adanya operasi intelejen Indonesia di Arab Saudi saat dirinya diperiksa oleh polisi Arab Saudi.

"Saya tidak tahu. Di luar kompetensi saya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kamis (8/11/2018).

Selain itu, Setyo mengatakan posisi Polri tak memiliki kewenangan jika ada WNI yang terlibat kasus hukum di negara lain. Sebab, kewenangan itu ada ditangan Kementerian Luar Negeri.

"Kalau itu di luar negeri itu institiusi di Indonesia, jadi Polri tidak punya kewenangan di situ, sesuai dengan Undang-Undang kita hanya berwenang menangani yang di yurisdiksi atau wilayah hukum Indonesia. Itu dalam pasal 1 sudah disebutkan kita hanya menangani kasus kasus yang ada di Indonesia ya. Kemudain kalau yang terkait dengan Habib Rizieq saya tidak ada komentar apa apa karena itu wilayahnya di luar bukan yurisdiksi kita," terang dia.

Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menduga ada operasi intelejen Indonesia saat dirinya diperiksa polisi Arab Saudi terkait bendera berkalimat tauhid. Rizieq bahkan menuding intelejen Indonesia busuk.

"Beliau (Habib Rizieq) menyampaikan bahwa pihak yang diduga kuat sebagai pelaku adalah 'intelijen busuk dari Indonesia'," kata Juru Bicara FPI Munarman, Kamis (8/11/2018).

Munarman mengatakan Habib Rizieq diminta oleh kepolisian Arab Saudi untuk menyebut nama-nama intelejen Indonesia yang disebut melakukan operasi di Arab Saudi. Jika memang itu benar, menurut Munarman, operasi ini melanggar aturan hukum.

"Karena operasi intelijen asing di wilayah hukum Saudi merupakan pelanggaran hukum serius dan pelakunya bisa dihukum pancung," ujarnya.

Habib Rizieq diperiksa oleh Kepolisian Kerajaan Arab Saudi pada (5/11). Pentolan FPI ini sampai akhirnya sempat ditahan 28 jam dan kemudian dilepas dengan jaminan dari KJRI.

Rizieq diperiksa terkait adanya laporan dari warga negara Saudi yang melihat adanya bendera berkalimat tauhid diduga bendera ISIS yang terpajang di dinding kediaman Rizieq di Mekkah.[jat]

Komentar

Embed Widget
x