Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:50 WIB

Kasus Suap Izin Meikarta

Kode 'Babe' Punya Peran Penting

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 8 November 2018 | 08:26 WIB

Berita Terkait

Kode 'Babe' Punya Peran Penting
Juru Bicara KPK Febri Dianysah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat informasi menarik dari perkembangan kasus dugaan suap pengurusan izin Meikarta.

Juru Bicara KPK Febri Dianysah menyebut, pihaknya sudah mengidentifikasi siapa yang diduga dibalik kode 'Babe' dalam praktik suap yang melibatkan BUpati Bekasi serta Direktur Operasional Lippo Group tersebut.

"Kami sudah mengetahui 'Babe' itu siapa, 'Tina Toon' itu siapa. Penyanyi dan beberapa lainnya itu sudah kami ketahui dan buktinya sebenarnya semakin kuat saat ini," ungkap Febri di KPK, Kuningan, Rabu (8/11/2018) malam.

"Orang yang gunakan kode 'Babe' ini adalah salah satu pihak pemberi yang memiliki peran cukup penting," sambungnya menegaskan.

Namun Febri belum mau membuka siapa identitas Babe dalam kasus ini.

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, sedikitnya KPK menetapkan sembilan tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group.

Bupati Bekasi Kembalika Uang Suap

Sementara itu Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengembalikan duit Rp 3 miliar ke KPK. Duit itu disebut merupakan jumlah yang diterima Neneng Hassanah dalam kasus dugaan suap Meikarta.

"Yang bersangkutan telah mengembalikan uang pada KPK sektiar Rp 3 miliar," ujar Febri.

Menurut Febri, jumlah itu baru sebagian dari total uang yang diterimanya. Febri menyebut Neneng Hassanah akan mengembalikan sisanya di kemudian hari.

Selain itu, KPK sebelumnya juga menerima duit SGD 90 ribu yang dikembalikan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi. "Tersangka NR (Neneng Rahmi) juga telah mengembalikan uang yang pernah diterima pada tanggal 15 Oktober 2018 sebelum peristiwa OTT dilakukan, yaitu sejumlah SGD 90 ribu. Kami hargai sikap koperatif tersebut," imbuhnya.[Ivs].

Komentar

Embed Widget
x