Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:43 WIB

Seleksi CPNS Ponorogo Terancam Gagal

Kamis, 8 November 2018 | 01:02 WIB

Berita Terkait

Seleksi CPNS Ponorogo Terancam Gagal
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Ponorogo - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Pemkab Ponorogo terancam tidak bisa mengisi formasi yang dibuka.

Sebab dari hasil ujian pada tahap Seleksi Kemampuan Dasar atau SKD, hanya 200-an peserta yang memenuhi batas nilai kelulusan alias passing grade.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono menyatakan, dari hasil ujian komputer atau Computer Assisted Test ada tiga macam ujian yang harus dikerjakan peserta. Yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Untuk lulus ke tahap berikutnya, peserta harus lulus dengan nilai 75 untuk TWK, 85 untuk TIU dan 143 untuk TKP. Totalnya adalah 298. Meskipun skor yang didapat lebih dari 298 namun jika di salah satu atau dua jenis tes nilainya di bawah passing grade maka tetap tidak akan lulus.

"Nah, dari 5.548 peserta, hanya 200 lebih sedikit yang lolos. Untuk TWK dan TIU nilainya bagus-bagus. Tapi di TKP banyak yang tidak memenuhi (passing grade). Ya kurang-kurang sedikit lah. Mungkin faktor emosionalnya atau kepedulian dan sebagainya. Tapi untuk peserta dari jalur cumlaude, TKP-nya bagus-bagus dan lolos semua," ungkap Agus Pramono, Rabu (7/11/2018).

Jumlah ini di bawah jumlah formasi yang dibuka di Ponorogo yang mencapai 356. Dengan jumlah ini, hampir pasti tidak ada formasi yang jumlah pesertanya memenuhi syarat untuk tahap selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sebab, SKB mensyaratkan jumlah peserta ujiannya tiga kali jumlah formasi yang diperebutkan.

"Kita, pemerintah daerah ini berkepentingan untuk mengisi 356 formasi yang dibutuhkan tersebut. Kalau pemerintah pusat tidak ambil kebijakan menurunkan sedikit saja passing grade maka saya rasa dengan anggaran (seleksi CPNS) yang segitu besar (Rp1,5 miliar) maka ya seleksi ini belum maksimal," ungkapnya sambil mengambil nafas dalam.

Agus mengatakan, saat ini sudah ada 'rasan-rasan' dari para Kepala BKPPD di Provinsi Jatim untuk meminta kepada pemerintah pusat agar menurunkan passing grade tersebut. Kebijakan ini diharapkan muncul sebelum 17 November 2018 atau jadwal pengumuman hasil SKD.

"Kalau tidak ada perubahan di passing grade itu ya mungkin akan banyak formasi yang akhirnya kosong. Ini sama saja dengan seleksi CPNS kali gagal," ujarnya.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x