Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 03:55 WIB

Pilkades di Ponorogo Anggarkan Rp11 M

Rabu, 7 November 2018 | 23:06 WIB

Berita Terkait

Pilkades di Ponorogo Anggarkan Rp11 M
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Ponorogo - Tak hanya perhelatan pileg dan pilpres yang bakal meramaikan dunia politik Ponorogo di 2019. Pilkades serentak untuk 198 desa di bumi reyog juga akan digelar.

Diperkirakan, dana Rp8 miliar hingga Rp11 miliar akan tersedot oleh pesta demokrasi akar rumput ini.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Rabu (7/11/2018) usai melantik empat kades hasil Pilkades Serentak 2018 di Pendopo Pemkab Ponorogo menyatakan, Pemkab Ponorogo berencana menggelar pemilihan kepala desa serentak pada 2019 mendatang. Namun jadwal pastinya belum didapatkan. Ia dan tim, termasuk aparat keamanan masih terus melakukan pembahasan.

"Acuannya adalah setelah pileg dan pilpres, ya sekitar 20 April lah, tapi sebelum 15 Mei 2019," ujarnya.

Pasca pileg pilpres pertimbangannya jelas, kata Ipong, yaitu agar kedua pemilu ini berjalan dengan baik lebih dulu. Sedangkan untuk pertimbangan sebelum 15 Mei adalah karena sekitar 120 kades akan habis masa jabatannya pada 31 Mei 2019.

"Kalau pilkades setelah itu (setelah masa jabatan kades saat ini habis), maka posisinya harus diisi Pj (Pejabat). Itu artinya banyak sekali Pj-nya. Mungkin tidak ada itu Pj Kades sebanyak itu," ungkapnya sambil menerangkan Pj kades merupakan PNS yang ditunjuk oleh Pemkab Ponorogo.

Pertimbangan lain adalah persiapan dari sisi aparat keamanan. Dengan pelaksanaan setelah pileg-pilpres maka aparat keamanan sudah bisa berkonsentrasi ke pilkades serentak.

Soal anggaran, Ipong menyebut Pemkab Ponorogo akan mengusahakannya. "Ada atau tidak ada ya harus diadakan," ucapnya.

Besarnya diperkirakan mencapai Rp8 miliar sampai Rp11 miliar. Perhitungannya, untuk satu desa biaya pilkadesnya emncapai Rp40 juta. "Kalau 198 desa kan tinggal mengalikan saja. Plus nanti biaya untuk berbagai perlengkapan dan juga biaya pengamanan," ujarnya.

Sementara itu kepada empat kades terpilih yang dilantik, Ipong berpesan agar mereka selalu berpikir 'keselamatannya' terkait pengelolaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD). Hal ini terkait tertib administrasi agar tidak jadi masalah di masa mendatang. Mereka diminta mempriorotaskan pembangunan untuk hal-hal yang penting dan mendesak lebih dulu.

"Membangun gapura itu bukan hal yang penting lah saya kira. Bangun yang lain dulu," ujarnya mencontohkan.

Keempat kades yang dilantik adalah Parlan sebagia kades Desa Bedrug, Hariadi sebagai kades Desa Serag dan Haryono sebagai kades Desa Pomahan, ketiganya dari Kecamatan Pulung. Satu lagi kades yang dilantik adalah Mulyadi sebagai kades Desa Sumberejo, Kecamatan Balong.

Mereka adalah bagian dari 60 kades terpilih Pilkades Serentak 2018 pada 31 Juli 2018. Sebanyak 56 di antaranya dilantik pada Kamis (13/9/2018) di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Mereka baru dilantik karena saat pelantikan masa bakti kades lama belum habis.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x