Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 03:59 WIB

Begini Cara Lucas Bantu Pelarian Eddy Sindoro

Oleh : Willi Nafie | Rabu, 7 November 2018 | 12:54 WIB

Berita Terkait

Begini Cara Lucas Bantu Pelarian Eddy Sindoro
Lucas - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Advokat Lucas menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Lucas disangka merintangi proses penyidikan mantan Chairman PT Paramount Enterprise International (anak usaha Lippo Group) Eddy Sindoro.

Jaksa penuntut pada KPK Abdul Basir dalam membacakan surat dakwaan mengatakan Lucas diketahui telah melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja mencegah merintangi, atau menggagalkan secara langsung penyidikan terhadap tersangka ataupun para saksi dalam perkara korupsi.

Berawal dari KPK menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sejumlah perkara Lippo Group. KPK mencegah Eddy Sindoro untuk berpergian ke luar negeri. Eddy yang sedang berada di luar negeri kemudian berencana akan memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka pada 4 Desember 2016.

Eddy lalu menghubungi Lucas guna menghadapi proses hukum. Lucas menyarankan Eddy tidak kembali ke Indonesia, lalu membantu Eddy melepaskan status Warga Negara Indonesia (WNI).

Lucas diduga dibantu Chua Chwee Chye alias Jimmy membuat paspor palsu untuk Eddy Sindoro. Lalu dengan paspor palsu Eddy terbang dari Bangkok ke Malaysia. Namun Edy ditangkap petugas imigrasi Malaysia lantaran menggunakan paspor palsu.

"Mengetahui Eddy ditangkap terdakwa menghubungi Michael Sindoro yang merupakan anak Eddy Sindoro dan Chua Chwee Chye untuk mengetahui perkembangan proses hukum di Malaysia.

Oleh otoritas Malaysia, Eddy Sindoro dinyatakan bersalah karena menggunakan paspor palsu dan akan dipulangkan ke Indonesia. Mengetahui Eddy akan dipulangkan ke Indonesia, Lucas mempunyai siasat lain dengan berencana menerbangkan kembali Eddy ke Bangkok tanpa melalui pemeriksaan imigrasi Indonesia.

Lucas lalu meminta bantuan Dina Soraya untuk mengurus petugas imigrasi bandara Soekarno Hatta agar saat Eddy mendarat dapat langsung diterbangkan kembali ke Bangkok.

Dina Soraya kemudian memberikan uang Rp250 juta kepada petugas Bandara Soetta, Dwi Hendro Wibowo untuk membantu rencana Lucas.

KPK sendiri telah menetapkan Advokat Lucas sebagai tersangka karena diduga merintangi atau menghalang-halangi penyidikan kasus dugaan suap yang menyeret mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.

Atas perbuatannya, Lucas disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Eddy Sindoro merupakan tersangka kasus dugaan suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Eddy Sindoro diduga telah memberikan sejumlah uang suap kepada Edy Nasution terkait sejumlah perkara yang berkaitan dengan Lippo Group. [rok]

Komentar

Embed Widget
x