Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 23:28 WIB

Yusril Pengacara Jokowi-Ma'aruf Bukan Hal Istimewa

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 7 November 2018 | 07:02 WIB

Berita Terkait

Yusril Pengacara Jokowi-Ma'aruf Bukan Hal Istimewa
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Nizar Zahro menilai Yusril Ihza Mahendra (YIM) sebagai seorang yang profesional bisa menjadi pengacara bagi siapa saja.

Untuk itu bergabungnya YIM ke kubu Joko Widodo-Ma'aruf Amin sebagai pengacara Paslon dianggap tidak ada yang istimewa.

"Biasa saja. Tidak ada yang istimewa. YIM adalah lawyer, bisa menjadi pengacara siapa saja," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan dari sisi pendampingan hukum, pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga memiliki daftar ahli hukum yang luar biasa dan handal.

"Dari pihak kami juga sudah memiliki lawyer yang handal dan militan, yaitu ACTA. Jejak rekam ACTA tidak perlu diragukan lagi. Kami sudah nyaman didampingi ACTA," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Yusril mengaku pertama kali ditawari oleh Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir untuk menjadi pengacara paslon dengan nomor urut 01 tersebut.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Maruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," katanya.

Setelah berdiskusi, Yusril memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf tak menawarkan bayaran kepada Yusril.

"Saya bilang setuju saja. Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun," jelas Yusril.

Namun, Yusril menegaskan keputusannya menjadi lawyer merupakan kerja profesional. Artinya, Yusril tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai profesional lawyer, saya tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi- Pak Kiai Maruf Amin. Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai "in house lawyer." Sedangkan saya adalah professional lawyer yang berada di luar struktur," ujar Yusril. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x