Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:48 WIB

Yusril ke Jokowi, Warga PBB Urut Dada

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 7 November 2018 | 06:03 WIB

Berita Terkait

Yusril ke Jokowi, Warga PBB Urut Dada
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Jendral Aliansi Pencerah Indonesia (API) untuk Prabowo-Sandi Pedri Kasman menilai dengan merapatnya Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (YIM) ke kubu Joko Widodo-Ma'aruf Amin sebagai pengacara paslon, membuat akar rumput PBB mengurut dada.

"Warga PBB saya kira shock dengan kejadian ini. Mereka terpaksa mengurut dada. Jadi pilihan Yusril ini mengandung resiko politik yang besar bagi PBB," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (6/11/2018).

Untuk itu pengurus PP Pemuda Muhammadiyah ini menyarankan agar Yusril berpikir ulang dengan pilihan dan keputusannya tersebut. Meski demikian tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menganggap hal ini sebagai sesuatu yang bisa dalam dunia politik.

"Jadi saran saya baiknya Yusril berpikir ulang dengan pilihannya ini. Tetapi bagi pasangan Prabowo-Sandi hal ini bukanlah sebuah ancaman, malah bisa jadi menguntungkan," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Yusril mengaku pertama kali ditawari oleh Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir untuk menjadi pengacara paslon dengan nomor urut 01 tersebut.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Maruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," katanya.

Setelah berdiskusi, Yusril memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf tak menawarkan bayaran kepada Yusril.

"Saya bilang setuju saja. Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun," jelas Yusril.

Namun, Yusril menegaskan keputusannya menjadi lawyer merupakan kerja profesional. Artinya, Yusril tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai profesional lawyer, saya tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi- Pak Kiai Maruf Amin. Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai "in house lawyer." Sedangkan saya adalah professional lawyer yang berada di luar struktur," ujar Yusril. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x