Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 18:39 WIB

Efek Poilitis Yusril ke Jokowi Sulit Dihindari

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 7 November 2018 | 05:04 WIB

Berita Terkait

Efek Poilitis Yusril ke Jokowi Sulit Dihindari
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen Aliansi Pencerah Indonesia (API) untuk Prabowo-Sandi Pedri Kasman menilai pada dasaranya Yusril Ihza Mahendra kemungkinan hanya berlaku profesional saat menerima tawaran jadi pengacara pasangan calon presiden Joko WIdodo-Ma'aruf Amin. Tapi secara tidak langsung efek politisnya tak bisa terelakkan.

"Memang Yusril menyebut ini dilakukan sebagai lawyer profesional. Tetapi karena Jokowi-Ma'ruf adalah kandidat capres cawapres, maka efek politiknya sulit dihindari," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (6/11/2018).

Ia menjelaskan, saat ini publik Indonesia dengan sadar melihat bahwa pengacara kondang itu sekarang sudah merapat ke kubu Paslon presiden wakil presiden nomor urut 01 itu. Ini disebut berlawanan dengan keinginan akar rumput PBB.

"Publik melihat Yusril sudah menjadi bagian dari tim Jokowi-Ma'aruf. Bertentangan dengan kecenderungan PBB partai yang ia pimpin," ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Yusril mengaku pertama kali ditawari oleh Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir untuk menjadi pengacara paslon dengan nomor urut 01 tersebut.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Maruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," katanya.

Setelah berdiskusi, Yusril memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf tak menawarkan bayaran kepada Yusril.

"Saya bilang setuju saja. Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun," jelas Yusril.

Namun, Yusril menegaskan keputusannya menjadi lawyer merupakan kerja profesional. Artinya, Yusril tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai profesional lawyer, saya tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi- Pak Kiai Maruf Amin. Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai "in house lawyer." Sedangkan saya adalah professional lawyer yang berada di luar struktur," ujar Yusril. [hpy]

Komentar

x