Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 21:59 WIB

Jadi Pengacara Jokowi-Ma'aruf

Yusril Dibayar atau Diimingi Janji Politik?

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 7 November 2018 | 04:05 WIB

Berita Terkait

Yusril Dibayar atau Diimingi Janji Politik?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono menilai sebagai seorang yang profesional, Yusril Ihza Mahendra (YIM) pasti mendapatkan bayaran dari pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'aruf Amin saat bersedia jadi pengacara buat pasangan nomor urut 01 itu.

"Yang pasti kalau pak YIM di-hire (disewa, red) sama pak Joko Widodo-Maruf Amin pasti juga secara professional dan ada bayarannya," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (6/11/2018).

Ia menjelaskan, pembayaran kepada Yusril dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama dalam bentuk materil. Selain itu ada juga dalam bentuk janji politik.

"Entah secara dibayar secara materi misalnya uang atau imateril berupa janji-janji nanti kalau pak Joko Widodo, bisa menang bisa dapat posisi. Jadi tidak masalah lah pak YIM menjadi pengacaranya pak Joko Widodo engga perlu dimasalahkan lah," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Yusril mengaku pertama kali ditawari oleh Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir untuk menjadi pengacara paslon dengan nomor urut 01 tersebut.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Maruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," katanya.

Setelah berdiskusi, Yusril memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf tak menawarkan bayaran kepada Yusril.

"Saya bilang setuju saja. Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun," jelas Yusril.

Namun, Yusril menegaskan keputusannya menjadi lawyer merupakan kerja profesional. Artinya, Yusril tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai profesional lawyer, saya tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi- Pak Kiai Maruf Amin. Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai "in house lawyer." Sedangkan saya adalah professional lawyer yang berada di luar struktur," ujar Yusril. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x