Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 18:39 WIB

Gerindra Legowo Yusril Merapat Jokowi-Ma'ruf

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 7 November 2018 | 03:06 WIB

Berita Terkait

Gerindra Legowo Yusril Merapat Jokowi-Ma'ruf
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono mengatakan merapatnya Yusril Ihza Mahendra (YIM) ke kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin, bukanlah persoalan besar.

"Ya enggak apa-apa dong, kan memang pak YIM itu kan kerjanya sebagai Lawyer professional," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (6/11/2018).

Ia menilai sebagai seorang kepala rumah tangga dan sebagai seorang yang profesional, Yusril harus menerima tawaran itu agar mampu menunaikan tanggung jawab di keluarga dan di kantor firma hukum miliknya.

"Sebagai lawyer profesional perlu dapet pendapatan untuk menghidupi keluarga dan pegawai kantor lawfirmnya, jadi engga apa-apa," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Yusril mengaku pertama kali ditawari oleh Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir untuk menjadi pengacara paslon dengan nomor urut 01 tersebut.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Maruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," katanya.

Setelah berdiskusi, Yusril memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf tak menawarkan bayaran kepada Yusril.

"Saya bilang setuju saja. Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun," jelas Yusril.

Namun, Yusril menegaskan keputusannya menjadi lawyer merupakan kerja profesional. Artinya, Yusril tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai profesional lawyer, saya tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi- Pak Kiai Maruf Amin. Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai "in house lawyer." Sedangkan saya adalah professional lawyer yang berada di luar struktur," ujar Yusril. [hpy]

Komentar

x