Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 18 Januari 2019 | 22:00 WIB

Waspada Angin Kencang di Awal Musim Hujan

Selasa, 6 November 2018 | 21:00 WIB

Berita Terkait

Waspada Angin Kencang di Awal Musim Hujan
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Ponorogo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mengingatkan warga untuk waspada dengan adanya angin kencang pada pergantian musim menuju penghujan kali ini.

"Sesuai Surat Edaran BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika), mulai November akan ada intensitas hujan. Mengawali hujan ini akan ada pergerakan angin yang cukup kencang dari arah selatan ke utara. Sampai pertengahan November ini harus diwaspadai," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Selasa (6/11/2018).

Kepada warga Ponorogo, ia mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kondisi sekitar rumah atau tempat masyarakat berada. Mulai dari kayu lapuk di rumah, pohon-pohon besar, sampai pada reklame dan tembok yang mungkin sudah tua. Hal ini untuk menjaga kemungkinan adanya roboh dan menimpa warga.

"Bersamaan dengan di Jenangan (rumpun bambu roboh, Selasa 6/11/2018, pagi), di Desa Broto (Kecamatan Slahung) juga ada pohon roboh. Ada pohon mangga tumbang di depan balai desa situ. Dua sepeda motor jadi korban, tapi tidak ada korban jiwa. Itu akibat angin kencang," ujar Setyo Budiono.

Ada sejumlah kecamatan yang perlu mendapat perhatian lebih dari warganya. Di antaranya adalah Slahung, Babadan, Balong, Mlarak, Sambit dan Sawoo. Hal ini karena kontur tanah di wilayah-wilayah tersebut campuran antara datar dan berbukit-bukit.

Budi menyatakan, dari BPBD sendiri telah dilaksanakan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi ini. Antara lain persiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Mulai dari peralatan evakuasi, tenda sampai ransum makanan untuk para pengungsi. Para personel BPBD juga telah disiapkan untuk meluncur setiap saat bila ada panggilan darurat.

"Yang tidak kalah penting kami melakukan sosialisasi antisipasi bencana di daerah-daertah tersebut untuk menekan adanya korban jiwa. Baik ke perangkat desa, warga maupun kepada pihak-pihak relawan bencana," pungkas Budi.[beritajatim]

Komentar

x