Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 13 November 2018 | 08:50 WIB

Alasan Jokowi Tunjuk Yusril Jadi Pengacaranya

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 6 November 2018 | 11:36 WIB

Berita Terkait

Alasan Jokowi Tunjuk Yusril Jadi Pengacaranya
Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Calon Joko Widodo (Jokowi) mengakui meminta Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi pengacaranya bersama calon Wakil Presiden KH. Maruf Amin di Pemilu 2019. Menurut dia, semua mengetahui bagaimana profesionalisme Yusril.

"(Alasannya) Kita tahu profesionalitasnya Pak Yusril Ihza," kata Jokowi di Lebak Bulus, Selasa (6/11/2018).

Namun, Jokowi membantah kalau Yusril selalu berseberangan dengan pemerintah. Apalagi, Yusril menjadi pengacara dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang resmi dibubarkan oleh pemerintah. Menurut Jokowi, Yusril sangat profesional.

"Nggak pernah (berseberangan), beliau di mana-mana profesional," tandasnya.

Untuk diketahui, Yusril Ihza Mahendra ditunjuk menjadi pengacara pasangan calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon Wakil Presiden KH. Maruf Amin setelah dilobi oleh Erick Tohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Maruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," katanya.

Setelah berdiskusi, Yusril memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf tak menawarkan bayaran kepada Yusril.

"Saya bilang setuju saja. Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun," jelas Yusril.

Namun, Yusril menegaskan keputusannya menjadi lawyer merupakan kerja profesional. Artinya, Yusril tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai profesional lawyer, saya tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi- Pak Kiai Maruf Amin. Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai in house lawyer. Sedangkan saya adalah profesional lawyer yang berada di luar struktur," tandasnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x