Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 07:49 WIB

PKS Apresiasi Tim Jokowi Bisa Tarik Yusril

Oleh : Happy Karundeng | Selasa, 6 November 2018 | 06:03 WIB

Berita Terkait

PKS Apresiasi Tim Jokowi Bisa Tarik Yusril
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Poltikus PKS Mardani Ali Sera menilai tidak ada yang salah jika Yusril Ihza Mahendra memilih untuk menyetujui tawaran untuk jadi pengacara pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'aruf Amin. Itu adalah pilihan mandiri Yusril.

"Tiap orang punya pilihan yang mandiri," katanya kepada INILAHCOM, Senin (5/11/2018).

Ia menyatakan Yusril adalah satu diantara sedikit ahli hukum yang berkelas di Indonesia. Untuk itu ia mengucapkan selamat kepada tim Jokowi-Ma'aruf yang berhasil meyakinkan Yusril menyetujui tawaran itu.

"Prof Yusril satu diantara sedikit ahli hukum yang berkelas. Apresiasi pada tim pak Jokowi yang berhasil menarik Prof Yusril jadi pengacara Capres dan Cawapres no urut 01," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Yusril mengaku pertama kali ditawari oleh Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir untuk menjadi pengacara paslon dengan nomor urut 01 tersebut.

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi - Pak Kiyai Maruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon capres-cawapres," katanya.

Setelah berdiskusi, Yusril memutuskan untuk menerima tawaran tesebut. Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan bahwa kubu Jokowi-Ma'ruf tak menawarkan bayaran kepada Yusril.

"Saya bilang setuju saja. Dulu dalam Pilpres 2014 saya juga pernah dimintai menjadi ahli dalam gugatan Pak Prabowo kepada KPU tentang hasil Pilpres di MK, dan itu saya lakukan, gratis juga hehe, tanpa bayaran apa pun," jelas Yusril.

Namun, Yusril menegaskan keputusannya menjadi lawyer merupakan kerja profesional. Artinya, Yusril tidak masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sebagai profesional lawyer, saya tidak menjadi bagian dari Timses Pak Jokowi- Pak Kiai Maruf Amin. Saya baca di dalam struktur Timses sudah ada divisi hukum dan pembelaan. Divisi ini kalau dalam perusahaan bisa dikatakan sebagai "in house lawyer." Sedangkan saya adalah professional lawyer yang berada di luar struktur," ujar Yusril. [hpy]

Komentar

Embed Widget
x