Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 18:40 WIB

Dua Parpol Baru Diprediksi Lolos DPR

Senin, 5 November 2018 | 19:47 WIB

Berita Terkait

Dua Parpol Baru Diprediksi Lolos DPR
Direktur Eksekutif survei Y-Publica Rudi Hartono - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif survei Y-Publica Rudi Hartono menyebut dua partai baru yang berpeluang menembus ambang batas parlemen 4 persen.

Dua partai yang akan masuk ke DPR RI tersebut adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Dari hasil survei Y-Publica 10-20 Oktober 2018, elektabilitas Perindo sebesar 2,5 persen sedangkan PSI berada di kisaran angka 1,6 persen. Sementara, Partai Bulan Bintang (PBB) mendapat angka 1,1 persen, Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,9 persen, Partai Berkarya 0,6 persen dan Partai Garuda hanya 0,5 persen.

"Dengan mempertimbangkan angka simpang survei sebesar 2,98 persen, hanya Perindo dan PSI dari partai baru yang berpeluang lolos ke Senayan," kata Rudi di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).

Meski demikian, elektabilitas Perindo cenderung menurun dari survei sebelumnya yakni 3,1 persen pada Mei 2018. Lalu 2,9 persen di Agustus 2018 hingga menurun jadi 2,5 persen pada survei terakhir.

Menurut Rudi, turunnya elektabilitas Perindo disebabkan strategi kampanye yang monoton dan hanya jor joran beriklan di televisi. Partai besutan Harry Tanoesoedibjo tersebut juga tidak punya gebrakan politik.

"Publik menunggu gebrakan politik dari partai partai baru ini yang membedakannya dengan partai lama," ucapnya.

Berbeda dengan PSI yang elektabilitasnya tipis namun cenderung naik. Sebab pada Mei 2018 elektabilitas PSI sebesar 1,3 persen, lalu naik 1,5 persen pada Agustus 2018. Terakhir, elektabilitasnya turun menjadi 1,6 persen.

Rudi menerangkan, dalam rentang waktu tersebut, PSI sering membuat gebrakan politik baru yang menarik perhatian publik. Ini membuat elektabilitas partai pimpinan Grace Natalie itu naik.

"Misalnya, aksi bersih-bersih DPR oleh PSI, di tengah serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK," katanya.

Rudi menambahkan, gebrakan politik PSI yang mengusung politik anti korupsi sejalan dengan keinginan publik. Ini sesuai dengan pertimbangan publik dalam memilih partai politik pada survei Y-Publica dengan pilihan Bersih sebesar 27,8 persen.[jat]

Komentar

x