Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 21:54 WIB

Cerita Erisco Sebelum Ayahnya Jadi Korban Lion

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 5 November 2018 | 19:11 WIB

Berita Terkait

Cerita Erisco Sebelum Ayahnya Jadi Korban Lion
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 jatuh di perairan TanjungPakis, Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018). Pesawat itu berpenumpang 189 orang termasuk, pilot, Kopilot dan awak kabin.

Hingga hari ke-8 pasca insiden tersebut, RS Polri telah menerima 139 kantong jenazah. 14 diantarnya sudah berhasil di identifikasi.

Eris, salah seorang keluarga korban JT-610 ini menangis perih ketika mendatangi RS Polri. Ia memberikan sejumlah data Antemortem untuk menjadi dasar DVI Polri mencocokan identitas ayahnya, Harwinoko yang masuk dalam manifes penumpang JT-610.

Pria berusia 23 tahun ini bercerita bahwa 2 hari sebelum keberangkatan ayahnya menggunakan pesawat nahas itu. Hari itu, ayahnya baru tiba di Jakarta usai berdinas di Pangkalpinang sebagai pegawai Badan Pemeriksa Keuangan.

Sepanjang Sabtu dan Minggu, Eris menjelaskan bahwa ia dan ayahnya hanya berada di rumah sambil bercanda gurau. Namun, tak seperti biasanya Eris mengatakan ayahnya tak pergi ke pasar untuk berbelanja seperti halnya ketika ia pulang ke Jakarta usai berdinas.

"Saya saat itu bertanya kepada bapak, kenapa tidak ke pasar? Biasanya setiap bapak ke Jakarta kami ke pasar beli jajanan tradisional," ujarnya saat berbincang dengan INILAHCOM di RS Polri.

Lebih lanjut, Eris mengatakan dari penglihatannya, sang ayah seperti sedang lelah memikirkan sesuatu. Ayahnya pun bercerita bahwa setiap akhir pekerjaannya selalu menumpuk.

"Kamu tahulah kalau sudah akhir tahun pekerjaan banyak di kantor," ujar Eris menirukan ayahnya.

Tibalah pada Senin (29/10) dinihari beberapa jam sebelum Ayahnya berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta untuk kembali berdinas di Pangkal Pinang. Eris ingat betul pada dinihari itu, ayahnya mengetuk pintu kamarnya untuk berpamitan. Ayahnya, kata Eris menyuruhnya untuk melanjutkan tidur.

"Senin pagi pukul tiga, bapak mengetuk pintu kamar saya, dan mau pamit pergi ke Pangkalpinang. Bapak bilang lanjutkan tidur saja," ucap dia.

Eris kaget bukan main. Ia baru mengetahui pesawat yang ditumpangi ayahnya itu kecelakaan pada saat tiba di kantornya. Ia langsung bergegas mencari foto tiket pesawat yang ditumpangi ayahnya.

Berharap pesawat yang kecelakaan itu bukan yang ditumpangi ayahnya, Eris pun pasrah bahwa ayahnya menjadi salah satu daftar manifes penumpang JT-610 tersebut.[jat]

Komentar

Embed Widget
x