Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 04:00 WIB

Sandi Berhasil Giring Isu Ekonomi ke Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 5 November 2018 | 18:30 WIB

Berita Terkait

Sandi Berhasil Giring Isu Ekonomi ke Jokowi
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno - (Foto: Instagram)

INILAHCOM, Jakarta - Konsistensi Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno soal ekonomi dalam kampanye Pemilu 2019 nyatanya telah berhasil membawa Jokowi dalam isu serupa. Kandidat petahana ini dalam dua kali kesempatan justru tampak menduplikasi, meski dengan bingkai membantah isu Sandiaga.

Pilihan isu ekonomi yang sejak awal diusung pasangan capres-cawapres 02 khususnya Cawapres Sandiaga Uno berhasil menggiring kandidat petahana Jokowi untuk terlibat dalam isu yang dikonstruksi secara konsisten hampir dua bulan lebih lamanya ini.

Persoalan kenaikan harga bahan sembako, lemahnya daya beli masyarakat serta mahalnya harga sewa toko atau lapak, serta sulitnya lapangan pekerjaan tak henti-hentinya dikontruksi Sandi di berbagai kesempatan saat ia turun ke lapangan. Berbalut pengalaman sebagai pengusaha, Sandi pun berbagi tips kepada generasi millennial untuk menjadi seorang pengusaha.

Rupanya, dua bulan lamanya Sandi mengkontruksi soal isu ekonomi diam-diam diamati oleh kandidat petahana. Jokowi sebagai kandidat petahana merasa berkepentingan untuk melawan konstruksi yang dibangun Sandi melalui serangkaian kunjungannya di pasar tradisional di hampir daerah yang ia datangi sebagai tempat sosialisasi.

Sedikitnya terdapat dua momen Jokowi mengunjungi pasar tradisional ke Pasar Suryakencana Bogor pada Selasa (30/10/2018) malam sekitar pukul 22.00 malam. Dalam kunjungan tersebut, tampak Jokowi berusaha menepis narasi yang dibangun Sandiaga Uno selama dua bulan terakhir ini. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyebutkan harga tempe tidak naik alias stabil dan ukurannya tidak berubah. "Ya tebal," cetus Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan agar pihak tertentu yang menarasikan soal harga di pasar mahal. justru akan membuat masyarakat enggan ke pasar tradisional dan beralih ke pasar modern seperti supermarket dan mal. "Jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Nanti ibu-ibu di pasar marah," ingat Jokowi.

Momen kedua saat Jokowi mengunjungi Pasar Anyar, Kota Tangerang pada Minggu (4/11/2018). Dalam kunjungan tersebut, lagi-lagi, Jokowi berupaya kuat melawan narasi yang dibangun Sandi. Seolah tampil salin, Jokowi juga membeli tempe dan petai, persis yang dilakukan Sandi selama kunjungan ke Pasar. "Tempe tadi harganya Rp 5 ribu, bisa dipotong jadi 15," sebut Jokowi.

Belakangan foto momen Jokowi dan Sandi ke pasar tradisional disandingkan secara bersama-sama. Momen saat Sandi membawa petai dan tempe serta Jokowi membawa petai dan tempe menghiasi lini masa media sosial selama Senin (5/11/2018).

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya melalui akun twitternya mengomentari momentum Jokowi yang memborong tempe dan petai. Akun Twitter @yunartowijaya menyebutkan bila kandidat petahana terbawa genderang Sandi. "Moment2 seperti ini menurut saya malah memperlihatkan incumbent kebawa sama genderangnya Sandi," tulis Totok, demikian ia kerap disapa.

Lebih lanjut Yunarto menyebutkan pasangan nomor urut 02 telah berhasil menggeser pertarungan menjadi Jokowi versus Sandiaga Uno. Pergeseran ini dilakukan karena, menurut Yunarto figur Prabowo stagnan karena dua kali kalah dalam pilpres. "Pasangan no 2 berhasil menggeser pertarungan jadi Jokowi vs Sandi. Karena yg brandnya stagnan itu ya yg sudah pernah kalah 2 kali," tulis Yunarto.

Pilihan isu secara ajeg yang dilakukan pasangan nomor urut 02 ditambah dengan kenyataan lapangan yang publik alami soal ekonomi yang dinilai banyak warga belum menguntungkan, menjadi kekuatan penting dari kubu ini. Persoalan ekonomi yang menjadi jualan isu utama pasangan nomor urut 02 menjadi penting lantaran menyangkut perut dan hajat hidup kebanyakan masyarakat.

Komentar

Embed Widget
x