Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 19:04 WIB

KPK Kejar Sumber Uang Suap Billy Sindoro

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 5 November 2018 | 16:28 WIB

Berita Terkait

KPK Kejar Sumber Uang Suap Billy Sindoro
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi.

Salah satu yang ditelisik keterlibatan korporasi yakni Mahkota Sentosa Utama (MSU) dalam kasus tersebut.

Hari ini, satu saksi yang dipanggil penyidik ialah Direktur Keuangan PT MSU Hartono. Dari Hartono, penyidik mengonfirmasi proses hingga uang suap yang diduga berasal dari sejumlah korporasi.

"Itu pasti akan diteliti karena berdasarkan informasi informasi itulah kita akan tetapkan langkah berikutnya," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dikantornya, Senin (5/11/2018).

Salah satu kemungkinan langkah selanjutnya, adalah menjerat koorporasi dalam perkara ini. KPK, menelisik kemungkinan tersebut lewat pemeriksaan sejumlah Direktur Keuangan dari Lippo Group.

"Semuanya ada kemungkinanya untuk itu ya," ujarnya.

Laode mengakui hingga kini pihaknya masih mendalami lebih jauh asal uang suap Lippo Group untuk memuluskan proyek Meikarta tersebut. Informasi itu, kata dia, dibutuhkan sebagai bukti kuat untuk menjerat Lippo Group atau PT MSU sebagai tersangka.

"Iya sampai sekarang kita masih berupaya untuk mengetahui asal muasalnya dan saya belum bisa jelaskan sekarang," pungkasnya.

KPK memang tengah menelusuri sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Grpup. Hingga kini, tercatat mereka dari Lippo Group yang telah masuk ke ruang penyidikan antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.[jat]

Komentar

Embed Widget
x