Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 19:07 WIB

Omzet Pungli di Jember Capai Rp35 Juta per Pekan

Jumat, 2 November 2018 | 22:11 WIB

Berita Terkait

Omzet Pungli di Jember Capai Rp35 Juta per Pekan
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Jember - Bisnis makelar pengurusan KTP elektronik dan berkas administrasi kependudukan lainnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terhitung menggiurkan. Para pelakunya bisa memperoleh omzet puluhan juta rupiah setiap pekan.

Berdasarkan hasil penyidikan aparat Kepolisian Resor Jember, jika warga ingin adminduk lekas kelar, ada biaya tambahan tak resmi: Rp100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak. Biaya tambahan ini mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan sehari jadi.

"Rata-rata per hari (tersangka percaloan) mendapat Rp1,5 juta hingga Rp9 juta. Rata-rata satu minggu bisa memperoleh Rp30-35 juta," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Jumat (2/11/2018).

Praktik percaloan ini dilakukan melalui jaringan dan berjalan sejak Maret 2018. Dua tokoh utama yang terlibat dan saat ini menjadi tersangka adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar, aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015.

Polisi masih belum memastikan jumlah total omzet jasa makelar yang diraup para tersangka. Namun jika dikalkulasi rata-rata per pekan Rp35 juta, maka sejak Maret hingga Oktober 2018, pendapatan para tersangka bisa tembus Rp1 miliar.

Namun Kusworo mengatakan, pihaknya masih mencari komposisi pembagian hasil tersangka dan orang lain yang menjadi kaki tangan pencarian korban pungli. Yang jelas, hasil pungli diberikan Kadar langsung kepada Wahyuniati. "Uang itu disetorkan tunai," katanya.

Soal aliran dana, Kusworo belum mau bicara. "Pemeriksaan kan baru satu hari, masih belum ada persesuaian satu saksi dengan saksi lainnya. Kami masih melakukan pengembangan," katanya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x