Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 21:53 WIB

Bareskrim Tangkap 4 Penyebar Hoax Penculikan Anak

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 2 November 2018 | 17:16 WIB

Berita Terkait

Bareskrim Tangkap 4 Penyebar Hoax Penculikan Anak
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri menangkap empat penyebar hoax penculikan anak di media sosial. Empat penyebar hoax itu terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan.

Penangkapan dilakukan pada 1-2 November 2018. Pelaku pertama yakni El Wanda (31) dengan nama Facebook wandaajjh.okehh. El Wanda menyebarkan hoax dengan modus ikut-ikut menyebarkan informasi penculikan anak di Ciseeng Bogor tanpa mengecek kebenaran Informasi tersebut.

"Ini pelaku wanita. Motifnya karena ikut-ikutan, sebenarnya niatnya menyebarkan informasi agar waspada adanya penculikan anak. Namun yang disebar itu justru hoax," kata Kasubdit ll Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul, Jumat (2/11/2018).

Kemudian pelaku kedua yakni atas nama Rahmat Aziz (33) dengan nama akun Facebook ajiz.thalib. Rahmat mendownload video di Instagram kemudian diposting di Facebooknya. Video tersebut ditambah caption untuk menakut-nakuti tentang penculikan anak kecil ditodong senjata yang diduga hoax.

Pelaku ketiga yakni Jefri Hasiholan Sitorus (31), pria asal Purwakarta dengan nama akun Facebook Jefri Hasi Holan S. Sama seperti dua pelaku di atas, Jefri juga menyebarkan hoax tentang penculikan anak.

Pelaku keempat yakni atas nama Dina Nurma Lestari (20), pelajar asal Jakarta. Dina menyebarkan video hoax kekerasan terhadap anak melalui akun Facebook deticeriah.

"Ikut-ikutan meyebarkan video tersebut karena kasihan melihat video penganiyaan terhadap anak kecil dan memberitahukan kepada teman-teman atau orang lain agar berhati -hati dan waspada terhadap aksi penculikan anak," ucap dia.

Sejumlah barang bukti dari keempat pelaku berhasil diamankan. Diantaranya 1 buah Galaxy Tab 2 warna putih, 1 KTP Jawa Barat, Akun Facebook wandaajjh.okehh, 1 Blackberry 9790 warna hitam, 1 simcard XL, 1 KTP DKI Jakarta, Akun Facebook ajiz.thalib, 1 handphone Xiaomi, Akun Facebook jefry.s.hasiolan, 1 handphone Vivo Y 69 dan akun Facebook deticeriah.

Keempatnya disangkakan dengan Pasal 51 junto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara atau denda Rp12 miliar. [ton]

Komentar

Embed Widget
x