Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 03:57 WIB

Rizieq - Basalamah Akrab, Ustad Afif Bersyukur

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 2 November 2018 | 16:32 WIB

Berita Terkait

Rizieq - Basalamah Akrab, Ustad Afif Bersyukur
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Beredar foto Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab bersama Ustad Basalamah di media sosial ditanggapi positif sejumlah kalangan.

Imam Masjid At Tien, Ustad Afif kepada INILAHCOM, menyambut hangat foto kedua tokoh Islam tersebut tampak akrab.

"Sebagai orang yang beriman tentunya sangat senang ketika melihat saudara seiman lainnya penuh dengan keakraban apalagi mereka adalah dua orang yang telah lama berjuang untuk meninggikan kalimat Allah di Bumi Pertiwi ini," katanya melalui pesan singkat, Jumat (2/11/2018).

Ulama lulusan Ryad ini juga menggambarkan bahwa meskipun berbeda pandangan, namum sebagai sesama muslim harus tetap merawat tali silaturahmi.

"Terlepas keduanya mungkin pernah melakukan kesalahan yang manusiawi ataupun keduanya mungkin tidak sejalan dengan pandangan beragama kita, karena hal ini adalah merupakan perintah Allah dan telah dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam," ungkapnya.

Ustad Afif kemudian mengutip sebuah ayat Al quran surat Ali Imran ayat 103

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." Demikian bunyinya.

Dalam surat Al-Hujurat ayat 10 pun Allah menegaskan, yang artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat".

"Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam pun menegaskan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, yang artinya : "Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh tidak menzaliminya, merendahkannya dan tidak pula meremehkannya. Taqwa adalah di sini. Beliau menunjuk dadanya sampai tiga kali-. (kemudian beliau bersabda lagi:) Cukuplah seseorang dikatakan buruk bila meremehkan saudaranya sesama muslim. Seorang Muslim terhadap Muslim lain; haram darahnya, kehormatannya dan hartanya". Bahkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam memberikan perumpamaan kalau setiap muslim itu bagaikan satu tubuh dan bangunan, sebagaimana sabda beliau yang artinya: "Seorang mukmin bagi mukmin lainnya laksana bangunan, satu sama lain saling menguatkan.", "Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah-lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur." Ucap Ustad Afif.

"Semoga keakraban yang hangat antara Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA dan Habib Muhammad Rizieq Syihab tidak hanya diungkapkan dalam foto-foto tersebut, akan tetapi juga dalam dunia nyata agar dapat menginspirasi kaum muslim lainnya terutama para juru Dakwah sehingga kita semua terhindar dari ancaman Allah," harapnya.

Sebagimana disebutkan dalam kitab Riyadhus Shalihin hadits nomor 1556 riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim yang artinya: "Mencaci maki seorang Muslim adalah kefasikan (melanggar agama) dan memerangi orang Muslim lainnya adalah kekufuran."

Islam datang untuk mempersatukan umatnya, bukan untuk memecah belah. Beberapa dalil di atas sangat jelas bahwa umat Islam dituntut untuk bersaudara dan bersatu padu di bawah naungan Islam, dan berlandaskan prinsip-prinsip kebenaran. Namun, Persatuan dan persaudaraan tidak berarti mengabaikan teguran kepada yang berbuat salah, akan tetapi yang terpenting harus sesuai dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, karena saling ingat-mengingatkan supaya mentaati kebenaran merupakan perintah Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nyas sebagaiman termaktub dalam Al-Quran Surat Al-Ashr yang artinya: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran."

"Semoga Allah Taala selalu menjaga persaudaraan kita dalam keimanan pada-Nya dan menutup ruang gerak syaithan untuk mencerai-beraikan kita yang pasti akan selalu berujung pada kerugian sehingga kejayaan Islam akan kembali dianugerahkan Allah Taala kepada kita semua. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin," demikian Ustad Afif. [ton]

Komentar

Embed Widget
x