Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Februari 2019 | 17:48 WIB

Kantor PDIP-NU Dirusak, Serahkan ke Penegak Hukum

Jumat, 2 November 2018 | 12:24 WIB

Berita Terkait

Kantor PDIP-NU Dirusak, Serahkan ke Penegak Hukum
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto - (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Kantor DPC PDI Perjuangan, kantor Nahdatul Ulama (NU), sejumlah gereja dan gedung sekolah, di Magelang, dirusak. Namun dengan semangat menjaga persatuan Indonesia, PDI Perjuangan menyerahkan prosesnya kepada para penegak hukum.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Untuk diketahui, seseorang berinisial NA, yang belakangan diketahui sebagai eks jaringan radikal di Poso, melakukan pelemparan kantor Nahdliyin Center, di Magelang. NA juga melakukan pelemparan batu ke dua gereja, satu sekolah, dan kantor DPC PDIP Magelang. Aksi pelemparan dilakukan pada hari Jumat (26/10) hingga Sabtu (27/10).

Kata Hasto, terhadap berbagai upaya memecah belah bangsa, termasuk mereka yang mencoba melakukan aksi provokasi pada saat peringatan Hari Santri lalu, PDI Perjuangan mendukung sepenuhnya penegakkan hukum. Yakni guna menindak pihak-pihak yang nyata-nyata mengganggu keutuhan dan ketentraman bangsa.

"Serahkan hal tersebut pada aparat penegak hukum untuk bertindak seadil-adilnya," kata Hasto. Politisi asal Jogjakarta itu pun mengenang kembali bahwa ketika kantor PDI diserang pada tanggal 27 Juli 1996, pihaknya pun lebih memilih proses hukum.

PDI Perjuangan menegaskan bahwa berbagai bentuk provokasi yang dilakukan pada saat peringatan Hari Santri tidak bisa dibenarkan. Hari Santri ditempatkan satu nafas dengan peringatan Hari Pahlawan. Itu adalah penghormatan atas jasa para pahlawan pembela kemerdekaan Indonesia.

Hasto pun mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan aparat penegak hukum yang mengambil langkah cepat di dalam menjamin rasa aman dan ketentraman masyarakat.

PDI Perjuangan juga mendukung sepenuhnya terhadap pernyataan bersama yang dilakukan oleh dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kedua lembaga itu dinilai terus berjuang menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa berdasarkan Pancasila.

Karena itu, Hasto menyatakan, upaya menebar ketakutan dengan merusak kantor NU dan PDI Perjuangan di Magelang tidak akan pernah berhasil. "PDI Perjuangan selalu setia pada jalan ideologi Pancasila. Sejarah mencatat Muhammadiyah, NU, PNI, dan TNI bahu-membahu menjaga tegaknya Pancasila dan NKRI," ujar Hasto.

Hasto menegaskan bahwa Indonesia adalah negara kebangsaan yang dibangun untuk semua. Dan setiap warga negara harus benar-benar menyatukan diri dengan tanah airnya, sesuai bunyi Sumpah Pemuda 1928.

"Persatuan bangsa ditempatkan dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara, sebagai the way of life dan sebagai pemersatu bangsa. Dengan esensi sila-silanya, maka Pancasila hadir sebagai jiwa dan kepribadian bangsa," urainya.

Atas dasar hal itu, Hasto menyatakan PDI Perjuangan akan terus bergandengan tangan dengan seluruh elemen bangsa. Mengibarkan bendera Merah Putih dengan seluruh semangat merdeka, membawa nama harum baik bangsa. [rok]

Komentar

x