Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 22:11 WIB

Novel Ungkap Teror Terhadap Pegawai KPK

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 1 November 2018 | 15:27 WIB
Novel Ungkap Teror Terhadap Pegawai KPK
(Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan menyebut teror terhadap pegawai KPK bukan hanya dialami dirinya sendiri.

Sudah lebih dari lima kali serangan-serangan dilancarkan oleh oknum tertentu kepada pegawai KPK.

"Saya ingin ceritakan bahwa, di KPK yang diserang itu bukan cuma saya, banyak. Saya bilang banyak karena lebih dari lima, banyak yang diserang juga. Saya baru tahu kemarin ketika berbicara dengan beberapa rekan di KPK," kata penyidik senior lembaga antirasua itu dalam diskusi yang bertema #500HariNovelDibiarkanButa: Urgensi Perlindungan Penggiat Keadilan, di KPK, Kamis (1/11/2018).

Novel menuturkan, teror dan intimidasi yang dialami oleh rekan-rekannya juga tidak kalah kejamnya dari apa yang ia alami yakni penyiraman Air Keras.

Seperti Penyerbuan dan teror terhadap fasilitas KPK, ancaman bom bahkan sampai ada yang diculik, ditangkap ketika bertugas, dan diancam pembunuhan.

"Pernah safehouse KPK itu diserbu, dengan tanpa aturan hukum, pernah pegawai KPK diculik. Saya penyidik, saya paham bagaimana penangkapan, lalu saya bilang diculik, terus banyak lagi hal-hal lain, rumahnya dipasangin bom, walaupun setelah dicek bom itu palsu. Bagaimana dengan mobil pegawai KPK yang disiram air keras, lalu ancaman pembunuhan lainnya," beber Novel.

"Dan itu sampai sekarang dibiarkan. Terakhir terjadi di akhir 2017, saat itu saya sedang sakit di Singapura," sambungnya.

Untuk itu, Novel berharap Presiden Jokowi tak hanya diam menyikapi berbagai ancaman yang didapat pegawai KPK selama menjalankan tugas memberantas korupsi.

"Di beberapa kesempatan terkahir saya menyampaikan, mohon maaf ini, sebelum Pemilu, saya sampaikan bapak presiden mestinya menjadi fokus hal ini, sejak awal sampaikan hal ini. Saya berharap dapat diselesaikan, karena itu bentuk dukungan riil pemerintah terhadap masalah pemberantasan korupsi, tapi itu tidak terjadi," tegas Novel.

Menurut Novel, seharusnya saat ada kebuntuan, ataupun ketidaksungguhan itu dilakukan aparat penegak hukum, presiden sejatinya perlu mengambil alih dengan memberi perhatian khusus, memerintahkan staf-stafnya untuk hal tersebut dapat diungkap.

"Seandainya tidak mau mengungkap masalah saya, tidak jadi masalah, tapi saya berharap bisa mengungkap semua penyerangan pada pegawai pegawai KPK lainnya. Bukan kah itu hal yang masuk akal?" kata Novel menekankan.

Diketahui Novel mengalami penyerangan air keras yang mengakibatkan kerusakan pada matanya oleh orang tak dikenal. Penyerangan itu terjadi pada April 2017, yang sekaligus menambah daftar serangan terhadap pegawai KPK. Namun sampai hari ini Polisi belum juga berhasil menangkap para pelakunya.[jat]

Komentar

x